Indonesia Minta Izin Pakai Kuota Haji Negara Lain, Arab Saudi Menolak

Menurut Jokowi, Duterte menyetujui kuota haji yang tidak terpakai di Filipina bisa dialihkan untuk jamaah di Indonesia.

Indonesia Minta Izin Pakai Kuota Haji Negara Lain, Arab Saudi Menolak
BANGKA POS/Resha Juhari
Sejumlah jamaah haji tiba di Bandara Depati Amir, Pangkalan Baru, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (24/9/2016). Sebanyak 299 jamaah haji asal Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka yang tergabung pada kelompok terbang (kloter) enam tiba di bandara itu setelah menunaikan ibadah haji di Mekkah. BANGKA POS/RESHA JUHARI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi menolak permintaan Indonesia agar dapat menggunakan sisa kuota haji dari negara lain.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Natsir mengatakan, pemakaian sisa kuota haji negara lain menjadi salah satu opsi yang diminta Indonesia saat berkomunikasi dengan pemerintah Arab Saudi.

Jika Pemerintah Arab Saudi mengizinkan, maka Indonesia akan menggunakan kuota haji dari negara yang tak terpakai, seperti di Filipina.

Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah melobi Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkait hal ini.

Menurut Jokowi, Duterte menyetujui kuota haji yang tidak terpakai di Filipina bisa dialihkan untuk jamaah di Indonesia.

"Ini merupakan opsi yang kita berikan ke pemerintah Arab Saudi untuk bisa membantu kita meningkatkan kuota haji kita kembali," ucap Armanatha di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Namun, permintaan untuk menggunakan kuota haji negara lain tidak bisa dipenuhi Arab Saudi.

Sebab, selama ini tidak pernah ada suatu mekanisme pengalihan kuota haji antarnegara.

Arab Saudi hanya memutuskan untuk mengembalikan kuota haji Indonesia. Sejak 2013, kuota haji Indonesia dan negara lain dipotong 20 persen karena renovasi Masjidil Haram.

Namun untuk tahun ini, kuota haji untuk Indonesia kembali normal, dari semula 168.800 jamaah menjadi 211.000 jamaah.

Selain pengembalian kuota, pemerintah arab saudi juga menyetujui menambah kuota haji Indonesia sebanyak 10.000 jamaah.

"Jadi opsi yang tadi kita tawarkan mereka tidak lakukan. Itu hak mereka. Mereka menyampaikan itu (pengalihan kuota) akan rumit," kata dia.

Penulis: Ihsanuddin

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help