Taruna STIP Tewas Dianiaya

STIP Dianggap Tidak Mampu Mendidik Siswanya

"Tidak ada efek jera sama sekali, sampai kasus kejadian tiga kali ini. Sekolah itu artinya tidak mampu itu,”

STIP Dianggap Tidak Mampu Mendidik Siswanya
Kompas.com/Robertus Belarminus
Kamar 205 lantai II, di Dormitory Ring 4 tempat terjadinya penganiayaan terhadap Amirulloh Adityas Putra (19) dan lima teman korban, taruna di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Rabu (11/1/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Yayuk Sri Rahayuningsih angkat bicara soal kasus kekerasan yang menimpa Amirullah Adtyas Putra.

Amirullah seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta Utara tewas dikeroyok beberapa seniornya.

"Jika memang STIP masih tidak mampu mendidik mahasiswanya, pecat saja kepala sekolahnya atau sekolahnya dibubarkan saja bila perlu," ujarnya dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (11/1/2017).

Politikus NasDem tersebut mengatakan perpeloncoan yang disertai tindakan pemukulan, apapun alasannya tidak dibenarkan dalam dunia pendidikan.

“Itu keji, tidak ada sifat mendidik sama sekali," ucapnya.

Ia kembali mengatakan atas kejadian tersebut kalau perlu kepala sekolahnya dipecat atau sekolahnya dibubarkan saja.

"Tidak ada efek jera sama sekali, sampai kasus kejadian tiga kali ini. Sekolah itu artinya tidak mampu itu,” ujarnya.

Penulis: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help