Pilkada Serentak

Teguran Hakim MK, Pancing Gelak Tawa di Sidang Sengketa Pilkada

Seluruh orang yang berada di ruang sidang pleno Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017), tertawa

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seluruh orang yang berada di ruang sidang pleno Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017), tertawa ketika mendengar pertanyaan hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna.

Pertanyaan yang mengundang tawa tersebut dilayangkan kepada kuasa hukum pihak terkait dalam sidang perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada Bireuen.

I Dewa Gede Palguna menanyakan kepada pihak terkait yang dalam hal ini merupakan pemenang Pilkada Bireuen, pasangan H Saifannur dan Muzakkar A Gani. Pertanyaan tersebut mengenai renvoi (pembenahan atau koreksi), materi jawaban pihak terkait.

"Pada halaman 25, ini ada kalimat yang terputus, di akhirnya cuma ada kata karena. Lanjutannya apa? Atau saudara mau mengajukan renvoi," ujar I Dewa Gede Palguna.

Tim kuasa hukum pihak terkait sempat mencari dan belum memberikan kepastian. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencoret kata karena dan mengajukan renvoi.

Namun yang membuat para hadirin tambah tergelak adalah penegasan dari hakim ketua Anwar Usman. Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan bahwa tidak ada kalimat yang diakhiri dengan kata karena.

"Makanya kalau membaca itu dihayati. Sepengetahuan saya mana ada kata yang diakhiri karena," kata Anwar.

Sidang tersebut berisi materi mendengarkan jawaban termohon dan pihak terkait. Ada 16 daerah yang disidangkan pada hari ini.

Wilayah Aceh masih mendominasi wilayah yang disidangkan pada hari ini. Diantaranya Bireuen, Nagan Raya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Singkil, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Langsa, Buton Selatan, Bengkulu Tengah, Tebo, Sorong, Mappi, Buru, dan Sarmi.

Sebelumnya juga Anwar Usman telah memperingatkan kuasa hukum pihak terkait untuk mempercepat pembacaan jawaban terhadap gugatan pemohon.

Pasalnya pihak terkait kerap membacakan jawaban yang telah dibacakan oleh pihak Termohon. Meski telah ditegur, namun kuasa hukum Saifannur-Muzakkar masih tetap membacakan seluruh draft pembelaan secara persis.

Bahkan Anwar Usman sampai memberi teguran dua kali. Namun pihak terkait masih membacakan hal tersebut.

"Mohon untuk langsung ke petitum-nya saja, untuk menghemat waktu. Kami sudah teliti semua, tinggal klarifikasi inti-intinya saja. Itu kan sudah dibacakan oleh pihak pemohon. " ujar Anwar Usman.

Pasangan Yusuf Abdul Wahab-Purnama Setia Budi menggugat KIP Bireuen dan menolak penetapan hasil Pilkada Bireuen yang memenangkan Saifannur-Muzakkar. Alasannya diduga ada pelanggaran prosedur yang dilakukan KIP Bireuen sebagai penyelenggara pemilu.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help