Tiga Pejabat Bea Cukai Tanjung Priok Diperiksa KPK Hari Ini

Ada pula Harry Mulya, Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan Tahi Bonar Lumban Raja,

Tiga Pejabat Bea Cukai Tanjung Priok Diperiksa KPK Hari Ini
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (25/1/2017) di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (21/3/2017) mengagendakan pemeriksaan pada pejabat Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok .

Pemeriksaan tersebut guna‎ mendalami proses impor daging sapi yang dilakoni oleh Basuki Hariman (BHR), penyuap mantan Hakim Konstitusi (MK), Patrialis Akbar (PAK).

Pendalaman ini masih dalam rangkaian penyidikan suap Basuki Hariman dan sekretarisnya, NG Fenny pada Patrialis Akbar melalui perantara Kamaludin ‎untuk uji materi UU No 41 tahun 2014 tentang Kesehatan Hewan dan Peternakan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan tiga pejabat yang diperiksa itu ialah Imron, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

Ada pula Harry Mulya, Direktur Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dan Tahi Bonar Lumban Raja, Kepala subdirektorat Intelijen Bea Cukai‎.

"Tiga saksi itu kami periksa untuk tersangka BHR," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Febri berharap ketiga saksi kooperatif, hadir memenuhi panggilan KPK. Tidak seperti tiga saksi sebelumnya, yang mangkir panggilan tanpa alasan yang jelas.

Ketiga saksi yang dipanggil pada Senin (20/3/2017) dan tidak hadir yakni‎ Aris murdyanto, Kepala Seksi Penyidikan I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Wawan Dwi Hermawan, Kepala Seksi Penindakan I Bidang Penindakan dan Penyidikan, dan Bagus Endro Wibowo, Kepala Seksi Intelijen Kantor Pelayanan Utama Bea dan cukai Tipe A Tanjung Priok‎.

Selain itu ada pula satu saksi lain bernama Ida Johanna Leilani alias Lani, karyawati‎ yang juga diperiksa untuk tersangka Basuki namun tidak hadir memenuhi panggilan.

Halaman
12
Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help