Korupsi KTP Elektronik

KPK Panggil Mantan Pimpinan Banggar DPR Bersaksi di Sidang e-KTP Berikutnya

"Benar, karena menurut penuntut umum masih ada waktu menghadirkan saksi termasuk saksi-saksi yang diduga menerima korupsi proyek e-KTP,"

KPK Panggil Mantan Pimpinan Banggar DPR Bersaksi di Sidang e-KTP Berikutnya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan meloloskan begitu saja para mantan Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR dalam perkara korupsi proyek e-KTP.

Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey, Ketua DPP Partai Hanura, Mirwan Amir, dan Kader PKS, Tamsil Linrung akan dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus e-KTP berikutnya.

"Benar, karena menurut penuntut umum masih ada waktu menghadirkan saksi termasuk saksi-saksi yang diduga menerima korupsi proyek e-KTP," ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (21/4/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, ‎saat proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013 bergulir, ketiga politisi tersebut merupakan Wakil Ketua Banggar DPR‎.

Dalam dakwaan Jaksa KPK terhadap Irman dan Sugiharto, tiga pimpinan Banggar itu disebut menerima ratusan bahkan jutaan dollar Amerika Serikat.

Febri mengatakan memang pemanggilan para anggota DPR itu sudah distrategikan Jaksa penuntut umum KPK karena sangat penting untuk dikonfirmasi soal aliran uang kepada mereka.

"Pada bagian akhir proses pengadan ini, kami akan kembali ajukan bukti dan saksi dari pihak-pihak yang diduga diperkaya dalam korupsi e-KTP," katanya.

Dikatakannya, pengajuan bukti dan saksi tersebut untuk membuktikan terdakwa memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi.

"Jadi kami akan hadirkan orang-orang yang masuk dalam dakwaan kasus E-KTP‎," kata Febri.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help