DPP PPP Sebut Kader yang Jadi Menteri Sudah Bertugas dengan Baik

Kader PPP yang duduk di jajaran menteri Kabinet Kerja adalah Lukman Hakim Saifuddin yang menjabat sebagai Menteri Agama

DPP PPP Sebut  Kader yang Jadi Menteri Sudah Bertugas dengan Baik
capture youtube
Isu keagamaan di Pilkada Jakarta mengundang perhatian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menag meminta masyarakat tidak menggunakan agama sebagai pemicu munculnya konflik di tengah pelaksanaan pilkada serentak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arwani Thomafi menilai, kinerja kadernya yang saat ini duduk sebagai menteri di Kabinet pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla, sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Hal itu disampaikan Arwani menanggapi wacana reshuffle yang dilontarkan Presiden Jokowi.

Kader PPP yang duduk di jajaran menteri Kabinet Kerja adalah Lukman Hakim Saifuddin yang menjabat sebagai Menteri Agama.

"Soal menilai bagus atau tidak ya itu Presiden yang menilai. User-nya kan Presiden. Bagi kami kader yang kebetulan jadi menteri sudah menjalankan tugas dengan baik," ujar Arwani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Ia juga menegaskan, PPP selalu mendukung sepenuhnya pemerintahan Jokowi.

Menurut dia, tak tepat jika menghubungkan isu reshuffle dengan dinamika yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta yang baru berlangsung.

"Reshuffle murni (hak) prerogatif Presiden. Kapan pun dengan alasan apa pun itu jadi sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Jadi tak harus menunggu momentum, terserah Presiden. Enggak ada hubungan antara kinerja menteri dengan pelaksanaan Pilkada," ujar Arwani.

Singgung "reshuffle"

Presiden Joko Widodo menyinggung soal perombakan kabinet atau reshuffle dalam Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Awalnya, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat harus dibagikan kepada masyarakat pada 2017.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help