GP Ansor Dan TMP Kompak Dukung Kapolri Redam Radikalisme

Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Taruna Merah Putih (TMP) mendukung penuh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam meredam gerakan radikalisme.

GP Ansor Dan TMP Kompak Dukung Kapolri Redam Radikalisme
ANSOR NEWS
Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Taruna Merah Putih (TMP) mendukung penuh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam meredam gerakan radikalisme.Dukungan yang diberikan, bagi GP Ansor dan TMP penting, karena kedua organisasi ini memiliki jaringan di Indonesia. Memiliki kader yang solid dan militan.

TMP merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan, sementara GP Ansor merupakan organisasi pemuda di bawah Nahdlatul Uama (NU). Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mengapresiasi langkah-langkah polisi di bawah Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam mengatasi gerakan radikalisme.

Menurut dia, persoalan radikalisme sangat penting dan harus menjadi perhatian banyak kalangan."Radikalisme ini bukan hanya ancaman bagi satu kelompok tapi seluruh warga negara bahkan peradaban umat manusia. Tidak boleh ada pembiaran," ujarnya.

"Contoh, hancurnya negara dan peradaban sudah terlihat jelas di Syiria atau Yaman, misalnya," kata Gus Yaqut, Senin malam (1/5/2017).

Gus Yaqut kemudian mengingatkan agar pemerintah lebih tegas kepada gerakan dan kelompok radikal ini. Pemerintah dan aparat tak perlu ragu apalagi takut menghadapi kelompok radikal.

"Misalnya ketakutan dianggap menekan satu agama tertentu misalnya. Karena melawan kelompok-kelompok radikal itu bukan soal agama tetapi menjaga kedaulatan," tegas Gus Yaqut.

Ketua Umum TMP Maruarar Sirait yakin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berintegritas. Ia juga percaya Tito mengedepankan hukum dalam melaksnakan kebijakan dan langkah-langkahnya.

Maruarar mencatat rekam jejak Tito. Tito pernah menjabat sebagai Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Bahkan, dalam kurun 2004-2014, Tito naik pangkat tiga kali, yaitu berpangkat Kombes pada 2005, Brigjen pada 2010, dan Irjen pada 2012.

"Di masa Tito, citra polisi terus meningkat sebagaimana terekam dalam sejumlah survei. Berdasarkan hasil survei Kompas misalnya, tingkat kepercayaan terhadap Polri sebesar 71,7 persen," ujar Maruarar.

"Menurut saya, ini juga prestasi yang harus diapresiasi, dan ini menunjukkan bahwa langkah polisi selama ini mendapat dukungan dari rakyat," lanjutnya.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved