Jokowi Minta Pemprov Jabar Bersinergi dengan Pemerintah Pusat

Jokowi mengatakan bahwa Jawa Barat sebagai provinsi yang wilayahnya menjadi penyangga Ibukota memiliki posisi yang sangat strategis

Jokowi Minta Pemprov Jabar Bersinergi dengan Pemerintah Pusat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas terkait Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Jawa Barat di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Dalam ratas itu, Presiden Jokowi meminta kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan agar bisa lebih proaktif dan bersinergi dengan pemerintah pusat, terutama dalam menyelesaikan masalah pembebasan lahan dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Dan antisipasi dampak pembangunan terutama pembangunan infrastruktur," ujar Presiden Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa Jawa Barat sebagai provinsi yang wilayahnya menjadi penyangga Ibukota memiliki posisi yang sangat strategis dan memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat.

"Bukan hanya keterkaitan dalam penyedia bahan baku dan tenaga kerja, tapi juga terkait penyediaan pelayanan dan fasilitas publik, khususnya transportasi dan permukiman dan menampung luberan investasi khususnya dalam industri pengolahan dan jasa yang tidak mungkin lagi ditangani DKI Jakarta," kata Jokowi.

Karena itu, Jokowi menginginkan agar keterkaitan ekonomi tersebut perlu disiapkan dengan baik, memerlukan konektivitas sehingga terintegrasi dan tersinergi dengan kuat antara DKI dan Provinsi Jawa Barat.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,67 persen pada 2016, Provinsi Jawa Barat harus mampu tumbuh lebih tinggi lagi sehingga mampu membuka lapangan kerja lebih banyak lagi untuk angkatan kerja yang selama ini masih menganggur," kata Jokowi.

Jokowi kemudian memaparkan data bahwa ada peningkatan jumlah pengangguran terbuka pada 2016 sebesar 8,8 persen, sedikit meningkat dari 8,72 di tahun 2015.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help