Diaz Hendropriyono: Pemuda Berperan Penting dalam Membangun Karakter Bangsa

Peran pemuda di masa depan pun akan tetap besar, mengingat Indonesia akan menikmati bonus demografi sampai tahun 2030-an.

Diaz Hendropriyono: Pemuda Berperan Penting dalam Membangun Karakter Bangsa
Tribunnews/Herudin
Diaz Hendropriyono menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014). Diskusi terbuka ini bertemakan "Revolusi Mental, Pemuda, dan UU Pilkada". 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - S‎taf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono menekankan pentingnya peran pemuda untuk melindungi karakter bangsa dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila, Kebhinnekaan, dan NKRI harus dipertahankan di tengah derasnya paham-paham dan kelompok-kelompok yang ingin mengubah dasar negara dan falsafah kebangsaan tersebut.

"‎Pemuda saat ini merupakan salah satu garda terdepan bangsa untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan para pemuda yang memiliki karakter yang teguh untuk terus merawat keutuhan dan kedaulatan bangsa dari ancaman paham radikal, anti NKRI dan kelompok-kelompok yang alergi terhadap Pancasila," kata Diaz Hendropriyono saat memberikan keynote speech dalam acara Dialog Kebangsaan Ikatan Pemuda Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IPAL) Sulawesi Selatan di Hotel Remcy, Makassar, Sabtu (5/5/17).‎

Acara IPAL ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, pemuda dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan unsur-unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. ‎

Karenanya, Diaz menambahkan, pemuda h‎endaknya mulai fokus memperjuangkan kualitas, tidak hanya kuantitas dalam mengisi demokrasi Indonesia yang sudah hampir dua puluh tahun bergulir pasca Reformasi.

Diaz, yang juga alumnus Lemhannas PPRA 49 tahun 2013, mengungkapkan,  bangsa Indonesia sudah seharusnya mulai berpikir lebih dalam tentang esensi demokrasi atau substantive democracy dan tidak lagi hanya berkutat dengan prosedur-prosedur demokrasi atau procedural democracy.

Dengan demikian, pemuda dapat menggunakan demokrasi sebagai instrumen untuk mewujudkan tujuan-tujuan bangsa sebagaimana tercantum dalam Preambule UUD ’45.

Diingatkan Diaz, pemuda berperan penting dalam perubahan sejarah bangsa.

Sebagai contoh, Jendral Sudirman menjadi panglima besar saat berusia 29 tahun sedangkan Sultan Hasanuddin mulai bertakhta di Gowa pada umur 22 tahun.

Peran pemuda di masa depan pun akan tetap besar, mengingat Indonesia akan menikmati bonus demografi sampai tahun 2030-an.

"Ini mestinya potensi besar‎, bukan bencana. Pemuda yang mestinya jadi garda terdepan membentengi NKRI, bukan malah yang merusaknya," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IPAL Muklis Ramlan mengungkapkan, tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memantapkan nilai-nilai kebangsaan dalan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi secara global. ‎

Sementara itu, sekretaris Jendral IPAL, Angga Busra Lesmana menyatakan, dalam kesempatanini, IPAL mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah di Sulawesi Selatan.

IPAL adalah wadah berhimpunnya alumni Lemhannas yang mengikuti pendidikan non-reguler Taplai (Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan) di Jakarta.

IPAL dibentuk berdasarkan Keputusan Deputi Taplai Gubernur Lemhannas dan berbadan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menkumham tahun 2015.

Dengan jumlah alumni TAPLAI mencapai kurang lebih 13.000 orang yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia, mereka diharapkan akan terus memberikan kontribusi nyata untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa. (*)

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Klasemen Piala Asia

Rank Negara
Total
1China30181260
2Japan12171746
3Korea8121434
4Indonesia52310
5Iran43512
Lihat Selengkapnya
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help