Ketika Jokowi-JK Tertawa Ditengah Terpaan Isu Tidak Harmonis

Saat masuk ke Ruang Teratai, para menteri yang hadir, yang tadinya duduk, kemudian serentak berdiri dan bertepuk tangan.

Ketika Jokowi-JK Tertawa Ditengah Terpaan Isu Tidak Harmonis
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Bogor 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Presiden Joko Widodo siang ini, Senin (22/5/2017), menggelar rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat.

Rapat kabinet terbatas siang ini membahas mengenai tindaklanjut kunjungan Presiden Jokowi ke Republik Rakyat Tiongkok, menghadiri Belt and Road Forum for International Cooperation beberapa pekan lalu.

Sebelum dimulai, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telihat jalan berdua dari ruangan Garuda menuju ke ruangan Teratai, tempat rapat kabinet terbatas dilaksanakan.

Di sepanjang jalan dari Ruang Garuda ke Ruang Teratai, terlihat Jokowi yang mengenakan busana adat Betawi tertawa ketika berbincang dengan Jusuf Kalla yang mengenakan kemeja batik lengan panjang.

Saat masuk ke Ruang Teratai, para menteri yang hadir, yang tadinya duduk, kemudian serentak berdiri dan bertepuk tangan.

Entah apa alasan para menteri yang hadir tiba-tiba bertepuk tangan.

Padahal, pada ratas sebelumnya, tidak ada sambutan dengan tepuk tangan kepada Presiden dan Wakil Presiden.

Sebelumnya, Jokowi dan Jusuf Kalla diisukan memiliki sikap berseberangan pascapilkada DKI Jakarta Tahun 2017.

Ketidakharmonisan antara Presiden dan Wakil Presiden menjadi tajam ketika Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan mengungkapkan ada peran besar Jusuf Kalla dalam kemenangan Pasangan Calon Anies-Sandi.

Bahkan, Jusuf Kalla pun mengakui bahwa dirinya memang mendorong Anies-Sandi untuk maju Pilkada DKI pada saat berbincang dengan awak media di kantor Wapres.

Isu tersebut makin berkembang luas, bahkan di media sosial ketika Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan pemuka agama, yang tidak dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla, pada tanggal 17 Mei 2017 kemarin.

Ketika itu, bantahan akan retaknya hubungan Jokowi dengan Jusuf Kalla disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden Mohamad Oemar.

Ia menegaskan bahwa Presiden dan Wakil Presiden berbagi tugas.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help