Gerindra Akan Pecat Kader Terkait OTT DPRD Jawa Timur

Arief mendesak KPK agar mengusut tuntas kasus tersebut sampai dalang utamanya.

Gerindra Akan Pecat Kader Terkait OTT DPRD Jawa Timur
capture video
KPK telah mentapkan enam tersangka dalam kasus suap terhadap anggota DPRD Jawa Timur. KPK pun membenarkan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, M Basuki yang telah ditetapkan dalam kasus suap, ternyata juga pernah terjerat dalam kasus korupsi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra akan memecat kadernya Moch Basuki terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Basuki merupakan Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur.

"Langsung di pecat karena sudah terbukti korupsi melalui OTT dan tidak ada bantuan hukum buat kader Gerindra yang korupsi," kata Waketum Gerindra Arief Poyuono melalui pesan singkat, Kamis (8/7/2017).

Arief mendesak KPK agar mengusut tuntas kasus tersebut sampai dalang utamanya.

Arief menuturkan memiliki kebijakan sejak awal serta disepakati semua kader Gerindra

"Bahwa kalau kader Gerindra melakukan korupsi mengunakan narkoba dan berbuat asusila pasti harus dipecat," kata Arief.

Menurut Arief, pihak terkait harus memiliki sistem yang membuat pelaku korupsi di parlemen di pusat dan daerah tidak berkutik. Kemudian, adanya hukum yang berat oleh KPK.

"Untuk internal Gerindra mungkin akan lebih banyak kita ingatkan pada kader Gerindra bahwa Gerindra Bukan tempat bagi orang yang korupsi," kata Arief.

Sebelumnya, Petugas KPK menyegel ruang Ketua Komisi B DPRD Jatim Moch Basuki, Senin (6/6/2017).

Usai disegel petugas KPK mengamankan enam orang diduga terlibat penyuapan pegawai Pemprov Jatim kepada DPRD Jatim.

Keenam orang yang diamankan adalah Moch Basuki, Bambang Heryanto (Kepala dinas Pertanian Jatim), Rohayati (Kepala Dinas Peternakan Jatim), Rahman Agung (staf DPRD Jatim), Santoso (staf DPRD Jatim), dan Anang Basuki Rahmat (Staf Dinas Pertanian Provinsi Jatim).

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help