Full Day School

PPP Dukung Presiden Batalkan Program Lima Hari Sekolah

Partai Persatuan Pembangunan mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi membatalkan Permendik No 23/2017 mengenai program sekolah lima hari dalam sepekan

PPP Dukung Presiden Batalkan Program Lima Hari Sekolah
net
Arwani Thomafi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi membatalkan Permendik No 23/2017 mengenai program sekolah lima hari dalam sepekan.

Menurut Wakil Ketua Umum PPP Arwani Thomafi, kebijakan soal pendidikan harus betul memperhatikan banyak hal.

"Harus memahami praktik yang sudah berkembang di masyarakat juga satu hal yang penting. Intinya harus duduk bareng," kata Arwani melalui pesan singkat, Senin (19/6/2017).

Arwani mengatakan partai berlambang Ka'bah itu menginginkan pemerintah memperkuat lembaga pendidikan keagamaan seperti Madrasah Diniyyah.

Baca: Jokowi Kaji Ulang Full Day School

"Untuk itu kami mendukung penuh Pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk duduk bersama mencari format yang terbaik," kata Arwani.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin mengungkapkan Presiden Joko Widodo akan menata ulang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang 5 hari sekolah dalam sepekan.

Penataan ulang tersebut, kata Ma’ruf Amin, sekaligus akan memperkuat posisi Madrasah Diniyah yang terancam keberadaannya akibat peraturan tersebut.

"Aturan itu juga akan melakukan penguatan terhadap posisi Madrasah Diniyah tidak hanya dilindungi tapi juga dikuatkan," ujar Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu saat menggelar konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help