Momen Idul Fitri, Gerindra Yakin Ada Titik Temu Pembahasan Presidential Threshold

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria yakin lima isu krusial RUU Pemilu akan mendapatkan titik temu. Salah satunya, mengenai ambang batas pencalonan pr

Momen Idul Fitri, Gerindra Yakin Ada Titik Temu Pembahasan Presidential Threshold
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria yakin lima isu krusial RUU Pemilu akan mendapatkan titik temu. Salah satunya, mengenai ambang batas pencalonan presiden (presidensial threshold).

Riza mengakui adanya pertemuan-pertemuan pimpinan Pansus RUU Pemilu dengan pimpinan fraksi serta partai politik. Hal itu membuat sejumlah isu krusial dalam RUU tersebut mencapai titik temu.

"Tinggal satu isu yakni presidensial treshold, dan ini juga yang itu sudah mau mengalah, yang 20 persen mau mengalah ke 15 persen mudah-mudahan bisa ke 10 persen. Yang nol sudah mau mengalah sampai di sesuai dengan parlementery threshold, Insya Allah sampai di 10 persen," kata Riza di Rumah Dinas Ketua MPR, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Wakil Ketua Komisi II DPR itu berharap momentum hari raya Idul Fitri menjadi ajang silaturahmi termasuk persoalan RUU Pemilu. Apalagi, pemerintah meminta pembahasan RUU tersebut dilakukan setelah Idul Fitri.

"Pemerintah berkinginan ada musyawarah mufakat. Supaya tidak di voting kami menyambut baik niat Kemendagri. Mudah-mudahan di lebaran ini bisa mempersatukan perbedaan yang belum ketemu," kata Riza.

Mengenai pertemuan dengan seluruh ketua umum partai politik, Riza mengatakan belum mengetahuinya. Sejauh ini, pertemuan dilakukan tujuh ketum parpol kecuali PDI Perjuangan, NasDem dan Golkar. Namun, Riza mengatakan pertemuan antar fraksi dalam Pansus RUU Pemilu sering dilakukan.

"Kalau ketum dalam satu meja. 10 itu belum. Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Kemarin kan yang baru ketemu 7 mudah-mudahan tambah 3 lagi," kata Riza.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help