Dugaan Korupsi Tambang, Hari Ini Gubernur Sultra Jalani Pemeriksaan di KPK

"Jadi kami akan ada pemeriksaan dan kami akan lihat dulu pemeriksaannya seperti apa," kata Rifai

Dugaan Korupsi Tambang, Hari Ini Gubernur Sultra Jalani Pemeriksaan di KPK
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam (kiri) saat tiba di gedung KPK, bersama pengacaranya, Ahmad Rifai, Rabu (5/7/2017). Nur Alam diperiksa dengan status tersangka terkait dugaan pemberian izin usaha pertambangan kepada PT Anugrah Harisma Barakah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, terkait pemberian izin usaha pertambangan kepada PT Anugrah Harisma Barakah (HAB).

Mengenakan kemeja batik Nur Alam yang hadir didampingi kuasa hukumnya Ahmad Rifai, tidak memberikan pernyatan kepada awak media.

Rifai mengatakan, kliennya sip memberikan keterangan kepada penyidik terkait kewenangannya sebagai kepala daerah yang kala itu memberikan izin di Kabupaten Buton dan Bombana, Sulawesi Tenggara.

"Jadi kami akan ada pemeriksaan dan kami akan lihat dulu pemeriksaannya seperti apa," kata Rifai di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (5/7/2017).

Sejak KPK menetapkan tersangka terhadap Nur Alam pada Agustus lalu, hingga kini politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini belum juga ditahan.

Menurutnya, adanya asas praduga tak bersalah terhadap kliennya apalagi Nur Alam hanya menjalankan kebijakan yaitu mnengeluarkan izin tambang di tempat dirinya menjabat.

"Ini kan semuanya menggunakan asas praduga tak bersalah jadi pasti akan dilihat seperti apa sih begitu," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Nur Alam, sebagai tersangka penyalahgunaan wewenang terkait persetujuan izin usaha pertambangan.

Nur Alam diduga menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan mengeluarkan tiga SK dalam kurun waktu 2009-2014.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help