KPK Tahan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Usai Diperiksa 8 Jam

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, Rabu (5/7/2017).

KPK Tahan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Usai Diperiksa 8 Jam
Tribunnews.com/ Wahyu Aji
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, Rabu (5/7/2017). Nur Alam mengenakan rompi tahanan setelah diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Anugrah Harisma Barakah (AHB). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, Rabu (5/7/2017).

Nur Alam mengenakan rompi tahanan setelah diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Anugrah Harisma Barakah (AHB).

Usai diperiksa selama sekitar delapan jam, kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini hanya tertunduk berjalan menggunakan rompi oranye tahanan KPK, menuju mobil tahanan.

Dirinya dijebloskan ke Rumah Tahanan Klas I Jakarta Timur, Cabang KPK Pomdan Jaya Guntur.

Nur Alam yang hadir didampingi penasihat hukumnya sekitar pukul 13.00 WIB, keluar Gedung KPK pukul 20.20 WIB.

Ia digiring ke mobil tahanan dengan dikawal petugas KPK.

Tidak sepatah kata terlontar dari mulut Nur Alam saat awak media mececarnya dengan sejumlah pertanyaan.

Begitu juga saat disinggung mengenai penahanannya.

Mobil minibus hitam tahanan yang membawa Nur Alam pun meninggalkan Gedung KPK dengan diiringi tangis sejumlah pendukung dan keluarga yang mendampinginya.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help