Fiber Optik Jadi Tulang Punggung Koneksi Internet di Indonesia

Pemakaian jaringan fiber optic sebagai tulang punggung koneksi internet mulai menjadi tren saat ini. Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunik

Fiber Optik Jadi Tulang Punggung Koneksi Internet di Indonesia
tribun timur/muhammad abdiwan
PASANG KABEL OPTIK - Seorang pekerja sedang memasang kabel fiber optik di salah satu tiang telepon di Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (17/6). Pemasangan kabel optik untuk menggantikan kabel lama dari tembaga itu masih terus berlangsung di Kota Bandung. Kabel ini nantinya dapat mempercepat akses telekomunikasi. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemakaian jaringan fiber optik sebagai tulang punggung koneksi internet mulai menjadi tren saat ini. Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Lukman Adjam, menyebut hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah.

"Pak Jokowi ingin masyarakat semua melek internet, tren fiber optik ini solusi dan sesuai," katanya di Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Jaringan fiber memiliki keunggulan dari segi kapasitas bandwith, untuk memacu kecepatan transmisi data. Berbeda dengan jaringan wireless yang kapasitasnya jauh lebih rendah.

Penggunaan model jaringan ini menjadi maksimal lantaran tren data difokuskan pada video. Konsumen mayoritas mengakses youtube untuk mengetahui informasi terkini serta media lain yang memuat audio visual.

"Di Whats App juga rata-rata berbagi cuplikan video. Pekerjaan lapangan juga laporannya pakai video," kata Lukman.

Targetnya, lanjut dia, pada 2019 sekitar 71 persen rumah-rumah di perkotaan terhubung fiber optic internet berkecepatan 20 MB per detik.

Sementara di desa ditargetkan 47 persen rumah terhubung fiber optik internet berkecepatan 10 MB per detik.

Pengembangan fiber optik ini pun perlu digiatkan melihat perbandingan dengan negara ASEAN seperti Singapura yang sudah mempunyai tingkat penetrasi FTTH sebesar 96 persen atau di Filipina yang menargetkan di 2017 akan memperluas jangkauan hingga 80 persen.

Program yang dicanangkan pemerintah ini memiliki prospek cerah sehingga operator telekomunikasi seperti Telkom dan Indosat bergeliat menyambut tawaran bisnis tersebut.

Telkom Group dan Indosat Group menurut Lukman tengah mengisi pasar pelayanan jaringan fiber optik. "Tujuannya ya seperti kata Pak Jokowi, meningkatkan daya saing Indonesia," katanya.

PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo merilis produk GIG untuk bertarung di pasar Fiber To The Home (FTTH). GIG menawarkan layanan Home Internet Giga Fiber dengan kecepatan yang mampu mencapai 1 GBps.

GIG berkolaborasi dengan Google untuk menambah kualitas pengalaman digital di rumah dengan menawarkan perangkat streaming Chromecast, laptop Chromebook dan ruang penyimpanan Google Drive dengan berlangganan GIG.

Produk ini akan bertarung dengan IndiHome dari Telkom, Biznet, First Media, atau MyRepublic di pasar.

“Ini merupakan milestone untuk membangun Indonesia Digital Nation, sebuah ekosistem digital yang lengkap bagi pemangku kepentingan kami (pelanggan dan B2B). Dan kami memahami kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan kebebasan akses digital di rumah. Melihat hal itu, kami menawarkan solusi terpadu melalui GIG yang dapat meningkatkan kualitas gaya hidup digital pelanggan kami,” kata President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli.

Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help