Kecam Aksi Bullying di Gunadarma, Anggota Komisi X DPR Minta Pelaku Diberi Sanksi Tegas

Anggota komisi X DPR RI, Muslim mengecam aksi bullying terhadap seorang mahasiswa kebutuhan khusus di kampus Gunadarma, Depok.

Kecam Aksi Bullying di Gunadarma, Anggota Komisi X DPR Minta Pelaku Diberi Sanksi Tegas
delfiugoconsulting
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota komisi X DPR RI, Muslim mengecam aksi bullying terhadap seorang mahasiswa kebutuhan khusus di kampus Gunadarma, Depok.

Ia juga memberikan catatan khusus terhadap video bullying lainnya, yakni yang melibatkan sekelompok siswa sekolah pertama menengah terhadap seorang temannya.

‘’Untuk mahasiswa, pelakuknya harus diberi sanksi tegas. Jika perlu dikeluarkan dari kampus. Karena sebagai mahasiswa mereka tahu hal itu tidak benar dan layak diminta pertanggungjawaban,’’ kata Muslim dalam keterangan tertulis, Senin (17/7/2017).

Muslim, juga meminta perguruan tinggi bersangkutan, khususnya di tingkat fakultas dan program studi si mahasiswa juga mengambil tanggungjawab penuh.

‘’Tanggung jawab mengusut, memastikan siapa pelaku dan memberikan sanksi. Lalu ke depan, memastikan itu tidak akan terjadi lagi. Sebab ketika perguruan tinggi tersebut menerima seorang siswa, apapun kondisinya, maka ia bertanggungjawab atas keamanan dan kenyamanan mahasiswa tersebut,’’ tegas Muslim.

Hal yang sama, harus dilakukan di sekolah menengah pertama yang siswanya terekam melakukan perundungan terhadap temannya.

Meski diberitakan, kasus ini sedang ditangani pihak berwajib, sekolah harus beberapa langkah lebih sigap untuk memastikan tindakan terhadap pelaku dan pencegahan di masa depan.

‘’Tentu, kalau ada tindakan seperti sanksi, juga harus mendidik,’’ katanya.

Dalam catatan Politikus Demokrat itu, lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, harus menciptakan budaya saling menghormati, menghargai, dan bertoleransi. Lebih dari sekadar membuat peraturan dan memberikan sanksi.

‘’Sanksi, atau hukuman, dalam kasus tertentu mungkin penting. Tapi sikap setara, saling menghargai, penuh kasih, toleransi, itu harus dibudayakan. Sekolah dan perguruan tinggi, harus memperhatikan hal itu dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam pengajaran sehari-hari. Juga tergambar dalam berbagai hal, khususnya program Pendidikan di lembaga dimaksud,’’ tutur Muslim.

Ditambahkan, hukuman akan percuma ketika lembaga Pendidikan tidak membudayakan nilai-nilai kesetaraan dan saling menghargai secara sistematis dan teritengrasi ke dalam program Pendidikan.

‘’Apalagi kalau lembaga Pendidikan seperti kampus, baru mikir dan bereaksi setelah ada kasus, kacau sekali kalo seperti ini. perlu diingat, bahwa ketika sebuah lembaga menerima mahasiswa berkebutuhan khusus, itu artinya lembaga itu siap untuk mengajak seluruh mahasiswa kampus menerimanya tanpa melihatnya berbeda. Apapun yang dibutuhkan oleh si mahasiswa, apalagi kenyamanan, harus dijamin!’’ kata Muslim lagi.

‘’Jangan sampai kejadian memalukan seperti ini terulang lagi di dunia pendidikan kita," tambahnya.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help