Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto Tersangka, Golkar Tetap Dukung Jokowi Untuk Pilpres 2019

"Posisi partai politik Golkar tidak akan berubah tetap konsisten untuk mendukung Presiden Jokowi-JK,"

Setya Novanto Tersangka, Golkar Tetap Dukung Jokowi Untuk Pilpres 2019
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham di kediaman Novanto, Jakarta, Senin (17/7/2017). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penetapan Ketua Umum partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP tidak berdampak terhadap dukungan Golkar terhadap pemerintahan Joko Widodo hingga 2019.

"Posisi partai politik Golkar tidak akan berubah tetap konsisten untuk mendukung Presiden Jokowi-JK," kata Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham di kediaman Novanto, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Idrus mengatakan ketetapan Golkar mendukung Jokowi sejalan dengan keputusan Rapimnas Golkar 2016.

Golkar akan mendukung pencalonan Jokowi kembali maju menjadi Calon Presiden (Capres) untuk Pilpres 2019.

"Konsisten pada keputusan Rapimnas tahun 2016 tetap mendukung Jokowi sebagai Capres 2019," jelas Idrus.

Idrus menambahkan partai Golkar sampai sekarang tetap solid.

Selain itu, partai berlambangkan pohon beringin ini menunggu surat keputusan hukum langsung terkait penetapan Novanto jadi tersangka.

"Dari aspek hukum kita menunggu bagaimana keputusan resmi dari KPK tentang penetapan bung Setya Novanto sebagai tersangka," kata Idrus.

Sebelumnya diberitakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengumumkan langsung penetapan tersangka baru kasus korupsi e-KTP.

Setelah menetapkan tiga tersangka sebelumnya, yakni Irman, Sugiharto dan Andi Agustinus (AA) alias Andi Narogong, kini giliran Setya Novanto, Ketua DPR RI yang diumumkan menjadi tersangka.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help