Ulama Sepuh Kharismatik Ajak Umat Ikut Aksi Kasih Sayang TNI

Dalam rangka memperingati hari proklamasi ke 72, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantiyo menginisiasi gerakan aksi kasih sayang 171717

Ulama Sepuh Kharismatik Ajak Umat Ikut Aksi Kasih Sayang TNI
Puspen TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai acara Buka Puasa bersama dengan Insan Pers di Balai Prajurit Gedung Sudirman, Jakarta Selatan, Senin malam (12/6/2017). TNI dengan masyarakat akan menggelar gerakan doa bersama pada 17 17 17 (Tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017), yang bertemakan Muroja?ah Untuk Lebih Berkasih Sayang di masing-masing wilayah Indonesia dan dilaksanakan di markas atau kantor satuan jajaran TNI AD, TNI AL dan TNI AU, diharapkan masyarakat ikut serta dalam kegiatan doa bersama. (PUSPEN TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dalam rangka memperingati hari proklamasi ke 72, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantiyo menginisiasi gerakan aksi kasih sayang 171717 yang didukung para Ulama Sepuh Kharismatik juga tokoh lintas agama.

Gerakan ini sebuah upaya memperkuat persatuan bangsa melalui doa bersama antara komponen bangsa selama 1 jam pada tanggal 17 Agustus 2017 pukul 17:00 sampai 18:00 sebagai implementasi dari Pancasila, khususnya Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Saya mengajak umat Islam ikut semua. Indonesia tengah mendesak butuh Allah dalam menyesaikan masalah-masalahnya. Kita punya Sila Ketuhanan. Kita maksimalkan itu. Kita berdoa berjamaah serempak pada-Nya di waktu mustajab menjelang Maghrib," kata kiyai sepuh dari NTB Tuan Guru Haji Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin.

Doa bersama dilakukan dalam bentuk membaca ayat suci secara hafalan atau disebut murojaah. Lalu ditutup dengan shalat maghrib barjamaah dan doa.

"Jadi ini bukan khataman biasa. Yang baca adalah para hafizh Al-Quran. Dan yang tidak hafal Al-Quran membaca ayat apa saja yang hafal. Karena setiap yang bisa sholat pastinya punya hafalan. Minimal surah al-Fatihah dia hafal. Maka baca al-Fatihah itu berulang selama 1 jam," kata Habib Ali bin Sahil saat dikomfirmasi di kediamannya di daerah Slipi.

"Hal ini," lanjut habib dan kiyai sepuh kharismatik Jakarta itu, "sesuai dengan temanya. Yaitu kasih sayang, dalam bahasa Arab disebut rahmat. Al-Quran adalah kitab kasih sayang karena merupakan perwujudan dari rahmat Allah Swt terbesar di balik nama-Nya, al-Rahman. Ayat hafalan adalah ayat yang sudah bersentuhan dengan hati pembacanya dan paling sering diucapkan sehinga lebih kasih sayang. Berdoa dengan membacanya sangat mustajab," tutur habib Ali sebagaimana hal senada disampaikan pula oleh KH Ahmad Syahid Bandung, KH Anas Arsyad Buntet Cirebon, Muallim KH Hamdan Khalid Amuntai Banjarmasin Kalimantan Selatan, KH Soleh Qosim Sidoarjo Jawa Timur, KH Abuya Muhtadi Dimyati Banten.

Kegiatan dipusatkan di markas-markas atau satuan-satuan TNI seluruh Indonesia. Bahkan seluruh dunia. Dan yang tidak terdaftar atau tidak sempat mendaftar, dapat melaksanakan di mana saja berada, baik perseorangan maupun kelomlok pada jam yang sama. Lalu mengupload foto atau video kegiatannya di media sosial dengan hastage #Indonesia_LebihKasihSayang.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help