Korupsi KTP Elektronik

Temui Yorrys di DPP Golkar, GMPG Bahas Kasus Setya Novanto

Doli menjelaskan, pernyataan solid yang selama ini didengungkan itu adalah semu.

Temui Yorrys di DPP Golkar, GMPG Bahas Kasus Setya Novanto
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Golkar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sejumlah kader Generasi Muda Partai Golkar yang dimotori Ahmad Doli Kurnia bertemu dengan Koordinator Bidang (Korbid) Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Golkar, Yorrys Raweyai di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (4/8/2017) siang.

Kepada wartawan usai pertemuan, Doli menyampaikan kehadiran GMPG di Kantor Golkar Slipi adalah tindak lanjut komunikasi GMPG secara informal dengan beberapa pengurus DPP termasuk Bung Yorrys dan Nusron sebelumnya.

"Keinginan kami untuk silaturrahim dan tukar fikiran dengan pengurus DPP yang kami anggap punya pandangan yang sama terhadap situasi Golkar saat ini bisa terlaksana," kata Doli.

Menurutnya, ada tiga hal yang dibahas dan bisa disimpulkan. Pertama, bahwa sesungguhnya tidak semua pengurus DPP sama pandangannya tentang dukungan terhadap Setya Novanto sebagai Ketua Umum setelah ditersangkakan.

"Dari pembicaraan kami di Slipi tadi dan beberapa pertemuan dengan pengurus DPP sebelumnya banyak yang pandangannya sama dengan GMPG bahwa Golkar harus segera diselamatkan dengan segera memilih Ketua Umum yang baru," kata Doli.

Doli menjelaskan, pernyataan solid yang selama ini didengungkan itu adalah semu. Kedua, dalam pertemuan tertutup itu, juga membahas tentang pertemuan di lantai 46 Bakrie Tower.

Salah satunya, terkait ada pembicaraan mengarah penarikan dukungan terhadap Jokowi sebagai Capres 2019 karena diasumsikan elektabilitas Golkar menurun terus sejak mencalonkan Jokowi dan tidak sama sekali mengevaluasi secara internal kepemimpinan partai.

"Bila pembicaraan itu benar, maka itu adalah bentuk sikap 'politik culas'nya kepemimpinan Golkar saat ini. Bagaimana tidak, semua kita tahu bahwa merosotnya elektabilitas dan citra negatif Golkar saat ini disebabkan oleh kasus korupsi yang melibatkan beberapa kader dan pimpinan partai, termasuk Setya Novanto," kata Doli.

Selanjutnya Doli menjelaskan, dalam perbincangan itu juga sudah dapat memetakan siapa saja yang sama pandangannya dan mendukung Gerakan#golkarbersih.

"Dan seperti yang kami sudah kami sampaikan sebelumnya, mulai saat ini secara periodik kami akan sampaikan siapa yang bisa masuk golongan #golkarbersih dan siapa yang ikut #golkarkotor atau korup," kata Doli.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help