Korupsi KTP Elektronik

Korupsi KTP Elektronik, KPK Periksa Dosen hingga Pejabat Kemendagri

Penyidik KPK terus berupaya melengkapi berkas perkara Ketua DPR Setya Novanto (SN) alias Setnov, tersangka kasus korupsi e-KTP.

Korupsi KTP Elektronik, KPK Periksa Dosen hingga Pejabat Kemendagri
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (14/7/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya melengkapi berkas perkara Ketua DPR Setya Novanto (SN) alias Setnov, tersangka kasus korupsi e-KTP.

Kali ini, Senin (7/8/2017) penyidik memanggil enam saksi untuk Setya Novanto, mereka ialah Mahmud mantan Kepala Seksi Sistem Kelembagaan Direktorat Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Saksi lainnya yakni dua pejabat di Ditjen Dukcapil Kemendagri Kurniawan Prasetya Atmaja dan Dian hasanah, Arie Pujianto selaku pengacara.

Termasuk dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Maman Budiman dan Komisaris PT Softorb Technology Indonesia Mudji Rachmat Kurniawan juga diagendakan diperiksa.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN (Setya Novanto)," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Di minggu sebelumnya ‎sejumlah saksi sudah diperiksa untuk Setya Novanto. Mereka di antaranya kakak pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong Dedi Priyono, keponakan Setnov Irvanto Hendra Pambudi.

Kemudian mantan Ketua DPR Ade Komarudin hingga pejabat Ditjen Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan.
Setya Novanto sendiri belum diperiksa maupun ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Mereka adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman, Direktur Data dan Informasi Kemendagri, Sugiharto.

Kemudian pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Ketua DPR Setya Novanto, dan anggota DPR dari Fraksi Golkar, Markus Nari.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help