Korupsi KTP Elektronik

Saksi Kunci Kasus e-KTP Mati Misterus, Komisi III: KPK Harusnya Beri Perlindungan Khusus

Johannes dikabarkan tewas di Amerika Serikat (AS), diduga akibat luka tembak.

Saksi Kunci Kasus e-KTP Mati Misterus, Komisi III: KPK Harusnya Beri Perlindungan Khusus
facebook.com/johannesmarliem78
Johannes Marliem 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni, mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Johannes Marliem, seorang yang disebut sebagai saksi kunci kasus KTP Elektronik (e-KTP).

Johannes dikabarkan tewas di Amerika Serikat (AS), diduga akibat luka tembak.

Johannes adalah merupakan penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek e-KTP dan belum sempat dihadirkan untuk bersaksi di persidangan.

Sahroni berharap, kabar kematian Johannes jangan sampai mengganggu jalannya proses penegakan hukum kasus korupsi e-KTP di KPK.

"Kami ucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Johannes. Kami juga berharap semoga kasus E-KTP yang ditangani KPK tetap tuntas," kata Sahroni saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Baca: Sri Mulyani Ajak Anak Muda Pedesaan Nabung di Pasar Modal

Politikus Partai NasDem ini mengatakan, sebaiknya untuk saksi-saksi kasus besar memang sebaiknya diberikan perlindungan khusus oleh KPK.

Hal ini demi mencegah kejadian yang sama tidak kembali terulang.

"Seharusnya, saksi penting mendapatkan perlindungan khusus. Bukan malah mempublikasikan saksi-saksi tersebut kemana-mana sehingga nyawanya bisa terancam," kata Sahroni.

Kematian Johannes Marliem telah dikonfirmasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (11/8/2017).

Johannes juga ‎disebut saksi penting untuk membongkar kasus korupsi e-KTP. Pada media, Johannes mengaku memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP yang turut dihadiri oleh Ketua DPR RI.

Atas tewasnya Johannes, KPK memastikan penyidikan korupsi e-KTP akan tetap berjalan karena KPK mengklaim memiliki bukti kuat, penyidikan e-KTP untuk dua tersangka, Setya Novanto dan Markus Nari.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help