Megawati Sebut Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan Tapi Dimplementasikan

Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) menyelenggarakan Festival Prestasi Indonesia

Megawati Sebut Pancasila Tidak Perlu Diperdebatkan Tapi Dimplementasikan
TRIBUNNEWS.COM/ Vincentius Jyestha
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat hadir dan berikan sambutan dalam Festival Prestasi Indonesia, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (21/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) menyelenggarakan Festival Prestasi Indonesia, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, dari 21-22 Agustus 2017.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tampak hadir dalam acara tersebut dan memberikan sambutannya selaku Ketua Pengarah UKP-PIP, Senin (21/8/2017).

"Ini (UKP-PIP) unit baru. Seperti bayi, belum ada 4 bulan, tapi kelihatan antusiasme seluruh bangsa Indonesia untuk terus ikut membantu bagaimana mengimplementasikan Pancasila Pancasila setelah 72 tahun kita merdeka," ujar Megawati.

Baca: Megawati Sindir Orang Dewasa Malu-malu Peragakan Salam Pancasila

UKP-PIP dapat menyerap penuh antusiasme masyarakat dalam implementasi nyata Pancasila dan oleh karenanya Pancasila adalah hal final secara konstitusional.

Menurut Megawati, Pancasila tidak harus diperdebatkan lagi dan ke depan dengan UKP-PIP ini ideologi Pancasila dapat diresapi tidak secara fisik saja namun juga dalam sanubari bangsa.

Baca: Ketika Megawati Kenalkan Salam Pacasila di Hadapan Anak Sekolah

Megawati yang tampil dengan dandanan serba batik, dari blouse, syal hingga tas batik, mengatakan persoalan yang dihadapi selama 72 tahun bangsa ini adalah bagaimana Pancasila menjadi sanubari bangsa.

"Nanti kita akan melihat visualisinya dalam Salam Pancasila," katanya.

Diberitakan, Megawati memperagakan salam Pancasila kepada anak-anak yang hadir dalam Festival Prestasi Indonesia.

Megawati mengangkat tangannya hingga sebahu, lalu membuka dan merapatkan kelima jarinya.

"Salam pancasila itu lengannya tegak dan jarinya rapat," ujar Megawati.

Setelahnya, Megawati mengepalkan tangan ke atas dan mengatakan Merdeka.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help