Kuasa Hukum Suap Panitera, OB di PN Jakarta Selatan Jadi Perantaranya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan lima orang saat operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (21/8/201

Kuasa Hukum Suap Panitera, OB di PN Jakarta Selatan Jadi Perantaranya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection Yunus Nafik digiring petugas menuju ruang pemeriksaan di gedung KPK, Selasa (22/8/2017) malam. Penyidik KPK berhasil menangkap Yunus Nafik di Surabaya usai melakukan penggeledahan dan menetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap panitera pengganti Negeri Jakarta Selatan. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan lima orang saat operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017), terkait dugaan suap terhadap panitera pengganti di pengadilan itu terkait putusan perkara perdata.

Lima orang yang diamankan itu, yaitu Akhmad Zaini (AKZ), Kuasa Hukum PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI), Tarmizi (TMZ), panitera pengganti di PN Jakarta Selatan, Teddy Junaedi (TJ), pegawai honorer pada PN Jakarta Selatan, Fajar Gora (FJG), Kuasa Hukum PT ADI, dan Solihan (S), sopir rental yang disewa Akhmad Zaini.

Cara suap dilakukan antara AKZ, ke TMZ. AKZ mentransfer uang ratusan juta rupiah melalui rekening TJ.

Diduga pemberian uang oleh AKZ ke TMZ ialah agar gugatan EJFS, Ptr, Ltd terhadap PT ADI ditolak dan menerima gugatan rekonvensi PT ADI.

Teddy, sehari-hari bekerja di PN Jakarta Selatan, menjadi perantara antara penasihat hukum dan panitera pengganti berinisial Tarmizi.

Selama 10 tahun bekerja di pengadilan itu, dia terbiasa membantu kegiatan operasional para aparat penegak hukum.

Kegiatan operasional yang sering dilakukan Teddy itu seperti membantu mengirim surat. Selain itu, dia juga membantu memarkirkan kendaraan bermotor dan membersihkan ruangan. Dari kegiatan-kegiatan itu, akhirnya, dia dekat dengan pegawai lainnya termasuk Tarmizi.

Hal ini diungkap Maman, salah satu pegawai honorer rekan kerja dari Teddy.

"Orang dalam menyuruh. Mungkin ada disuruh apa. Panitera tidak bisa semua dijalankan sendiri. Namanya suka disuruh," tuturnya, kepada wartawan, ditemui di PN Jakarta Selatan, Selasa (22/8/2017).

Halaman
1234
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help