Projo: Memalukan, Usul Bekukan KPK
Budi mengingatkan bahwa Jokowi adalah pemimpin rakyat tanpa beban masa lalu dan bukan beban di masa depan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wacana pembekuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disuarakan oleh politikus PDI Perjuangan mendapat respon dari relawan pendukung Joko Widodo yang disebut Projo.
Projo menentang wacana pembekuan lembaga antirasuah tersebut.
"Wacana pembekuan KPK jelas sebuah langkah mundur Reformasi yang diperjuangkan gerakan mahasiswa 1998 dan juga gerakan rakyat yang menghendaki perubahan. Pemberantasan KKN jelas merupakan poin utama perjuangan itu," kata Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/9/2017).
Baca: Cerita Pemilik Kedai Kopi yang Ditelepon Ajudan Jokowi Tengah Malam
Selain sebuah kemunduran, Budi menilai pembubaran KPK jelas merupakan pengkhiantatan dan sangat melenceng dari garis perjuangan dan Program Nawacita.
Projo, kata Budi pun siap melawan pihak yang hendak melumpuhkan KPK.
"Jangan sampai di masa pemerintahan Jokowi terjadi pembekuan KPK. Selain memalukan, akan jadi sejarah kelam bagi bangsa ini ke depan," tuturnya.
Budi mengingatkan bahwa Jokowi adalah pemimpin rakyat tanpa beban masa lalu dan bukan beban di masa depan.
Justru menurut pihaknya, KPK harus terus diperkuat dan terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.
"KPK memang bukan malaikat. KPK kan diisi manusia- manusia yang juga punya motif. Justru itu kita dukung dan perkuat KPK," tegasnya.
"Oknum-oknum yang menyalahgunakan wewenangnya harus dibersihkan. Apapun, publik sangat mendukung dan percaya KPK," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gedung-baru-kpk_20160222_231400.jpg)