Kisah WNI Eks-Anggota ISIS Bagian 1: Heru Melihat Kepala Korban Eksekusi ISIS Jadi Mainan Anak-anak

Heru nampak tak kuat menahan emosi yang bergejolak di hatinya. Bibirnya bergetar dan matanya berkaca-kaca ia menuturkan mimpi buruk yang dialaminya ke

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Heru nampak tak kuat menahan emosi yang bergejolak di hatinya. Bibirnya bergetar dan matanya berkaca-kaca. Ia menuturkan mimpi buruk yang dialaminya ketika masih bergabung dengan milisi bersenjata ISIS di Suriah.

Pria paruh baya, itu beberapa kali tertunduk dan mengambil nafas. Satu dua kali ia menarik nafas dalam-dalam, dan mehembuskannya dengan cepat.

Baca: Negara Harus Ambil Alih Masalah Properti untuk Tekan Harga Tanah

"Stres disana (Suriah), takut. Salah-salah tahu-tahu kita dipukul," ujarnya seperti dikutip Tribunnews.com, dari video yang dilansir BNPT.go.id, Rabu (13/9/2017).

Dalam satu kesempatan, ia dan lima orang Warga Negara Indonesia lainnya yang bergabung dengan ISIS, berkumpul untuk menjalani pendidikan. 

Ketika mereka diminta untuk membaca materi pelajaran, satu diantara mereka, mengalami kesulitan untuk membaca materi yang diberikan.

Hal itu membuat pemberi materi naik pitam.

"Kita orang indonesia berenam, dengan satu pengajarnya, sama-sama pendatang, dan kami bergiliran baca. Gilirannya Sultan ada yang salah, disuruh lagi berkali kali masih salah, lalu kepalanya dipukul, keras itu, saya ada disitu, telinganya ditarik, kenceng (lalu) diteriakin apa yang musti diucapkan (dari) bacaan itu," tuturnya.

"Saya marah tetapi ga bisa berbuat apa-apa. tapi kalo inget kejadian itu saya sedih ga bisa berbuat apa apa. saya yang bikin dia begitu," ujar Heru, lalu terisak-terisak.

Ia mengaku sering melihat kekerasan dilakukan milisi ISIS. Tak hanya kepada orang diluar mereka, kekerasan juga dipraktikan sesama anggota mereka sendiri.

Halaman
123
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help