Besok, KPK Lanjutkan Safari ke PPP dan Perindo

Febri menjelaskan kunjungan ini merupakan rangkaian lanjutan dari kajian KPK sejak tahun 2012.

Besok, KPK Lanjutkan Safari ke PPP dan Perindo
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Juru bicara KPK Febri Diansyah saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, terkait penetapan status tersangka politisi Golkar Markus Nari, Jumat (2/6/2017). KPK menetapkan Markus Nari sebagai tersangka terkait kasus merintangi penyidikan pada dua proses penanganan perkara yakni terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik, Irman dan Sugiharto dan merintangi penyidikan perkara Miryam S Haryani, tersangka pemberi keterangan tidak benar dalam persidangan dugaan korupsi KTP elektronik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rencananya besok Jumat (15/9/2017) kembali menggelar safari pemberantasan korupsi ke sejumlah partai politik.

"Direncanakan besok Jumat, 15 September 2017, Tim KPK akan mendatangi PPP pukul 09.00 WIB dan Perindo pukul 14.00 WIB," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (14/9/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Febri menjelaskan kunjungan ini merupakan rangkaian lanjutan dari kajian KPK sejak tahun 2012.

Perkembangan kegiatan ini telah di sampaikan KPK kepada Presiden Joko Widodo melalui surat yang dikirimkan pada Maret 2017.

Dalam surat tersebut tercatat beberapa hasil kajian KPK di antaranya, terkait pendanaan, kode etik, rekruitmen dan kaderisasi partai politik.

Poin yang menjadi konsern KPK untuk mencegah tindakan pidana politik di sektor politik adalah dukungan peningkatan pendanaan buat parpol.

Baca: Gerindra Belum Putuskan Satupun Calon yang Akan Diusung

"Tentu juga perlu diikuti dengan pengelolaan yang akuntabel karena uang yang digunakan adalah keuangan negara," katanya.

Febri menambahkan, pihaknya mengapresiasi keterbukaan parpol atas program pencegahan tersebut.

Menurutnya, dalam sistem demokrasi KPK atau parpol memiliki peran penting dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help