BNN Koordinasi dengan BPOM Periksa Pil PCC yang Membuat Seorang Pelajar Tewas di Kendari

Pil PCC itu telah menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari.

BNN Koordinasi dengan BPOM Periksa Pil PCC yang Membuat Seorang Pelajar Tewas di Kendari
KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI
Salah satu pasien yang dirawat di RSJ Kendari setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diduga narkoba. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) berkomentar mengenai informasi penyalahgunaan obat yang bertuliskan (PCC) Paracetamol Cafein Carisoprodol yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pil PCC itu telah menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari.

"Dengan ini disampaikan bahwa informasi tersebut benar dan saat ini sedang dalam pemantauan BNN RI, BNN Provinsi Sulawesi Tenggara dan BNNK Kendari," tulis keterangan resmi BNN yang diterima Tribunnews.com, Kamis (14/9/2017).

Baca: Dilaporkan ke MKD DPR, Fadli Zon: Salah Alamat

Hingga saat ini Balai Laboratorium Narkotika BNN, BNNP dan BNNK sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat dan BPOM wilayah setempat untuk memeriksa kandungan obat bertuliskan PCC tersebut. 

Diketahui, puluhan remaja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (13/9/2017) mengalami gangguan mental usai mengonsumsi obat-obatan yang belum diketahui jenisnya.

Mereka akhirnya dilarikan ke rumah sakit di wilayah itu.

Baca: Surat Novanto ke KPK, Fahri Hamzah: Memangnya Kekuatan Surat Itu Apa?

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari Murniati, mengatakan, terdapat seorang korban yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dilaporkan meninggal.

Dia mengaku, belum dapat memastikan jenis obatnya yang dikonsumsi para remaja tersebut.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help