Personel Gabungan Gagalkan Penyelundupan 10,39 Sabu di Sanggau

Personel gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea Cukai, dan Satuan Tugas Pasukan Pengaman Perbatasan (Pamtas) TNI berhas

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Personel gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea Cukai, dan Satuan Tugas Pasukan Pengaman Perbatasan (Pamtas) TNI berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 10,39 kilogram.

Operasi digelar di perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia, tepatnya di Jalan Lintas Barang Tarang No 6 Pasar Makkawing, Kecamatan Batang Tarang, Sanggau, Kalimantan Barat.

Dari operasi pada tanggal 27 Agustus 2017 silam itu personel gabungan berhasil membekuk lima orang, yang terbukti berperan dalam penyelundupan tersebut.

Baca: Surat Fadli Zon untuk KPK adalah Abuse of Power untuk Kenyamanan Pribadi Setya Novanto

Selain menyita barang bukti berupa narkotika jenis sabu, BNN juga menyita uang sejumlah Rp 1,650 miliar tujuh handphone batangan, enam smartphone, dan sebuah tas ransel.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menjelaskan kronologi penangkapan tersangka yang terjadi pada hari Minggu tersebut.

"Petugas gabungan berhasil menangkap tersangka berinisial PH yang membawa 10,39 kg menggunakan sepeda motor dan membawa senjata api," jelas Heru Pambudi.

Usai ditangkap, Dirjen Bea Cukai, TNI, Kepolisian, dan BNN kemudian melakukan pengembangan.

Baca: setelah 15 Tahun Lidya Kandou Kembali Main Film Bareng Rano Karno

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso kemudian menjelaskan bahwa personel gabungan berhasil menciduk empat orang lainnya yang terlibat.

"Kami kemudian berhasil menangkap lagi tersangka lainnya yakni Mukhsin (M), Diki Zulkarnaen (DZ), dan Feni (F) yang berperan sebagai bendahara."

"Dan kemudian kami menangkap juga pemodal jaringan ini yakni Irawan (I) yang masih mendekam di Lapas Kelas IIA, Pontianak, Kalimantan Barat," tegas pria yang akrab disap Buwas tersebut.

Simak video di atas.(*)

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help