Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Taruna Merah Putih, KADIN dan HIPMI Galang Dana untuk Rohingya

DPP Taruna Merah Putih (TMP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berinisiatif menggalang dana

Taruna Merah Putih, KADIN dan HIPMI Galang Dana untuk Rohingya
ISTIMEWA
DPP Taruna Merah Putih (TMP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berinisiatif menggalang dana kemanusiaan untuk Rohingya di Hotel Grand Hyatt, Rabu (20/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- DPP Taruna Merah Putih (TMP), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berinisiatif menggalang dana kemanusiaan untuk Rohingya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta (Rabu, 20/9/2017).

Hadir lengkap dalam acara ini Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani, Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia.Acara penggalangan dana ini dilakukan di sela acara Talkshow bertema Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai Mendengar dan Menjawab.

Selain dihadiri Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, acara ini dihadiri ratusan pengusaha dari berbagai asosiasi.

Dalam kesempatan itu, Ketua TMP Maruarar Sirait menjelaskan ketiga organisasi ini bersatu demi kemanusiaan. Pimpinan dan pengurus organisasi ini sendiri berasal dari berbagai latarbelakan agama dan suku.

"Kita bersatu demi Rohingya sebagaimana beberapa waktu lalu kita juga bersatu membantu Palestina," ungkap Maruarar.

Secara spontan Maruarar mengajak jaringan TMP untuk memberika sumbangan. Dari aksi spontan ini terkumupul dana sebesar Rp 550 juta.

Ketua Umum KADIN Rosan Roeslanimenjelaskan, tiga organisasi ini berinisiatif melakukan penggalangan dana karena prihatin dengan kondisis di Rohingya.  Ketiga organisasai ini, lanjutnya memberikan sumbangan karena rasa solidaritas. Yaitu solidaritas antar kemanusiaan. "Dari Kadin terkumpul 510 juta," ungkapnya.

Bahli Lahadalia menambahkan aksi ini merupakan aksi kemanusiaan. Apalagi persoalan di Rohingya bukan masalah agama, melainkan masalah kemanusiaan.

"Kebetulan saudara kita di Rohingya muslim. Kalau terjadi di daerah lain tragedi ini dengan dari agama yang berbeda, tetap kita akan galang solidaritas," ungkap Bahli, sambil mengatakan dana yang terkupul dari HIPMI adalah sekitar 430 juga.

Pengagalangan dana ini pun diapresiasi oleh Kementerian Luar Negeri. Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenlu, Salman Al Faris memastikan bahwa sumbangan ini merupakan sebuah kehormatan bagi Kemenlu.

"Ini jaringan cinta kasih dari rakyat Indonesia bagi Myanmar yang kini sedang dirudung duka," kata Salman.

Pemerintah Indonesia, tegas Salman, sudah bergerak cepat untuk ikut membantu persoalan kemanusiaan ini. Dalam kerja kemanusiaan untuk Rohingya, Indonesia menggunakan pendekatan konstruktif dan inklusif.

"Sekali lagi, bantuan ini meruoakan penghargaan yang luar biasa dan kami hargai dengan setinggi-tingginya. Bantuan ini akan kami salurkan dengan penuh amanah dan tanggungjawab," ia menegaskan.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved