Akan Ada Jalan Keluar Terbaik Terkait Masalah Divestasi dan Pajak Freeport

"Besok 10 Oktober deadline pemecahan masalah Divestasi dan Pajak dengan Pemerintah Indonesia akan dapat tersolusikan dengan baik,"

Akan Ada Jalan Keluar Terbaik Terkait Masalah Divestasi dan Pajak Freeport
Tribunnews.com/ Richard Susilo
Menteri keuangan Sri Mulyani (kiri) beserta Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif (kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masalah Divestasi dan Pajak Freeport di Indonesia akan dapat tersolusikan baik dengan Pemerintah Indonesia.

"Besok 10 Oktober deadline pemecahan masalah Divestasi dan Pajak dengan Pemerintah Indonesia akan dapat tersolusikan dengan baik," papar sumber Tribunnews.com hari minggu ini (9/10/2017),

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ditemui Tribunnews.com di kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) tak mau berkomentar soal Freeport.

Baca: Melongok Kediaman Ketua Pansus Angket KPK yang Banyak Patung Harimau

"Saya tak mau komentar soal Freeport," katanya kepada Tribunnews.com.

Termasuk soal batas waktu soal pembahasan solusi terkait Freeport yang akan berlangsung 10 Oktober 2017, Sri Mulyani pun tidak mau berkomentar.

Perundingan detil Divestasi hingga Pajak dengan Freeport diberikan batas waktu sampai 10 Oktober 2017.

Baca: ICJR Desak Pemerintah Moratorium Hukuman Mati di Indonesia

Freeport yang sudah setuju kerangka dasar tampaknya masih berjuang keras melakukan negosiasi soal pajak dengan kementerian keuangan.

"Tampaknya pihak Freeport akan mengikuti keinginan Pemerintah Indonesia terkait pajak. Tapi ya kita lihat saja besok ya sebagai masa deadline," ungkap sumber itu lagi.

Baca: Peleburan TNI-Polri Bukan Solusi Tuntaskan Polemik Pengadaan Senjata

Perundingan dengan Freeport terutama terkait pajak kepada Pemerintah Indonesia memang tampak alot sekali.

Namun, dengan berbagai pendekatan dari berbagai pihak tampaknya kesempatan dengan Freeport besok akan berlangsung baik sesuai keinginan Pemerintah Indonesia.

Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help