Sri Mulyani: Orang Indonesia Pintar Bahas Masalah Tapi Cuma Ngomong di Whatsapp

Orang Indonesia pintar membahas suatu masalah tapi terpenting sebenarnya bagaimana bisa menyampaikan solusi dengan baik kepada masyarakat.

Sri Mulyani: Orang Indonesia Pintar Bahas Masalah Tapi Cuma Ngomong di Whatsapp
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Orang Indonesia pintar membahas suatu masalah tapi terpenting sebenarnya bagaimana bisa menyampaikan solusi dengan baik ke masyarakat, bukan cuma bicara di whatsapp.

"Kita sangat membutuhkan kemampuan mendesain. Banyak orang Indonesia memang ahli dalam membahas masalah. Itu kan artinya banyak ide. Kalau bahas masalah bisa banyak, dalam luas panjang lebar dan tak terbatas, semua ahli membahas masalah. Tapi yang dilakukan dan come-up bisa di-implement jarang. Hanya ngomong di whatsapp saja," kata Menteri (Menkeu) Sri Mulyani dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia, Minggu (9/10/2017) di aula Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo.

Menkeu juga melihat anak-anak di perkotaan sudah mulai pakai iPad, anak yang di pedesaan tak ada dan bahkan masih kesulitan listrik.

"Bagaimana kita bisa deliver dengan baik solusi kalau pendidikan guru tak punya kapasitas bagus,? tanya Sri Mulyani.

Baca: Kala Mbah Munijah Tolak Tawaran Sepeda dari Presiden Jokowi

Masalah human capital Indonesia jadi penekanan besar saat ini di pemerintah Indonesia bahkan anggarannya jauh lebih besar daripada infrastruktur.

Pendidikan dengan anggaran Rp 420 triliun jauh lebih besar daripada 10 tahun lalu yang hanya sekitar Rp 140 triliun saat Sri Mulyani menjadi Menkeu.

"Digabung dengan kesehatan anggaran menjadi lebih dari Rp 525 triliun. Belum lagi digabung dengan anggaran pengentasan kemiskinan agar keluarga sejahtera, subsidi bagi keluarga miskin, total menjadi lebih dari Rp 600 triliun karena lebih dari Rp 128 triliun bagi masyarakat miskin," kata Sri.

Dengan demikian diharapkan kualitas pendidikan saat ini bisa jauh lebih baik.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help