Kutai Kartan

Berubah Pikiran, Bupati Rita Mendadak Batal Ajukan Praperadilan

Kini, Rita mengurungkan niatnya, politisi dari Partai Golkar ini memilih untuk menjalani proses hukumnya di KPK hingga ke meja hijau.

Berubah Pikiran, Bupati Rita Mendadak Batal Ajukan Praperadilan
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari (RIW), Jumat (6/10/2017) malam ditahan KPK atas kasus gratifikasinya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari rupanya berubah pikiran soal rencana praperadilan dirinya untuk melawan KPK.

Jika saat ditahan Rita mengaku tidak merasa bersalah meski sudah tersangka di KPK, bahkan Rita mengaku masih memiliki celah untuk membela diri melalui praperadilan.

Kini, Rita mengurungkan niatnya, politisi dari Partai Golkar ini memilih untuk menjalani proses hukumnya di KPK hingga ke meja hijau.

"Gak ngajuin (praperadilan), kami ikuti proses perkaranya saja. Jadi tidak praperadilan. Klien saya tidak berminat mengajukan, jadi kami gak bisa memaksa klien untuk mengajukan praperadilan," tegas kuasa hukum Rita, Noval El Farveisa saat ditemui usai mendampingi pemeriksaan Rita sebagai tersangka di KPK, Selasa (10/10/2017).

Sebelumnya, mengenai pemeriksaan hari ini, Rita mengaku pemeriksaan ini masih pemeriksaan awal soal kronologi dan izin perkebunan sawit.

"Tadi pemeriksaan masih awal-awal saya, pokoknya awal-awal. Seperti soal kronologi peristiwa, soal izin (perkebunan sawit) juga. Tadi sekitar 12 pertanyaan lah," sudah ya, mohon maaf," ungkap Rita sembari masuk ke dalam mobil tahanan yang akan membawanya ke Rumah Tahanan KPK.

Baca: KPK Periksa Komisaris PT Buana Finance Tjan Soen Eng Atas Dugaan Korupsi BLBI

Baca: Hajriyanto Thohari: Jangan Banding-bandingkan Muhammadiyah dengan NU

Rita ditetapkan sebagai tersangka bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin dan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun.

Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Kemudian, Rita juga diduga menerima gratifikasi bersama Khairudin sebesar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help