Korupsi KTP Elektronik

KPK Belum Siap Jemput Paksa Setya Novanto

Penyidik KPK dipastikan akan tetap memanggil Ketua DPR RI, Setya Novanto untuk diperiksa sebagai saksi‎ di kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun

KPK Belum Siap Jemput Paksa Setya Novanto
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Aktivis antikorupsi yang tergabung dalam Koalisi Save KPK melakukan aksi teatrikal pertandingan tenis meja antara KPK melawan Setya Novanto di depan Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/10/2017). Dalam aksi itu mereka meminta KPK segera menerbitkan surat perintah penyidikan baru dan menetapkan kembali status tersangka untuk Ketua DPR Setya Novanto terkait kasus korupsi KTP elektronik pasca bebas dari status tersangka saat praperadilannya dikabulkan oleh hakim Cepi Iskandar. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

LAPORAN WARTAWAN TRIBUNNEWS.COM, THERESIA FELISIANI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lantaran dipastikan tidak hadir dalam panggilan sebagai saksi kasus korupsi e-KTP, Senin (30/10/2017) karena ada kegiatan kenegaraan, penyidik KPK akan tetap memanggil Ketua DPR RI, Setya Novanto untuk diperiksa sebagai saksi‎ di kasus yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

"KPK akan memanggil kembali sesuai kebutuhan penyidikan," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (30/10/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Sedianya Setya Novanto ‎diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo (ASS).

Ini merupakan panggilan pertama penyidik KPK terhadap Setya Novanto sebagai saksi untuk Anang Sugiana.

Atas ketidakhadirannya, Febri menuturkan Setya Novanto mengirim surat yang menyatakan tidak bisa memenuhi panggilan penyidik KPK lantaran ada kesibukan dan kunjungan ke konstituen di masa reses DPR.

Saat disinggung, apakah penyidik KPK bakal memanggil paksa Setya Novanto, Febri mengatakan hal itu belum bisa dilakukan lantaran saat ini masih panggilan pertama.

Baca: Wiranto Soal Perppu Ormas: Tidak Perlu Dipanas-panaskan, Jangan Bikin Gaduh

Baca: Mastercard dan HalalTrip: Pasar Wisatawan Muslim Milenial Akan Melesat Tajam

Febri menjelaskan pemanggilan paksa dapat dilakukan setelah dilayangkan surat panggilan ketiga dan tidak dihadiri tanpa alasan yang patut.

"Ini baru panggilan pertama kan," tambah Febri.

Bukan kali ini saja Setya Novanto mangkir saat dipanggil KPK. Sebelumnya dia juga mangkir saat dipanggil jaksa penuntut umum KPK untuk hadir sebagai saksi di persidangan Andi Agustinus alias Andi Narogong, terdakwa korupsi e-KTP.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help