Korupsi KTP Elektronik

Curhat Setya Novanto: Mengapa Saya Diperlakukan Seperti Ini, Saya Bukan Penjahat

Ketua DPR Setya Novanto telah berkomunikasi dengan Kuasa Hukumnya, Fredrich Yunadi dan curhat tentan penetapannya sebagai tersangka.

Curhat Setya Novanto: Mengapa Saya Diperlakukan Seperti Ini, Saya Bukan Penjahat
capture video
KPK Kembali Tetapkan Setya Novanto Jadi Tersangka, Ini Tanggapan Sekjen Golkar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto telah berkomunikasi dengan Kuasa Hukumnya, Fredrich Yunadi atas langkah KPK kembali menetapkan dia sebagai tersangka kasus dugan korupsi KTP elektronik.

Dalam pembicaraan itu, Novanto merasa dizalimi.

"Pak Setya Novanto bilang, 'Mengapa saya harus diperlakukan seperti ini. Saya bukan penjahat. Saya bukan melakukan sesuatu hal yang membahayakan negara. Tapi, kenapa saya dilakukan tidak adil seperti ini,"

Baca: Jokowi Terbaikan Pesona Paspampres Zaman Now, Kegantengan Daniel Darryan Alihkan Perhatian Emak-emak

"Toh praperadilan yang dulu-dulu yang KPK kalah (praperadilan) kenapa enggak berani disentuh. Saya tanya, kenapa enggak berani. Kenapa beraninya sama sipil. Ini sudah enggak benar. Kalau adil, semuaya dong. Kenapa banyak tersangka banyak yang enggak diadili. Kenapa bertahun-tahun jadi tersangka seumur hidup. Apakah itu adil. Sekarang saya tanya," imbuhnya.

Fredrich mengakui timnya dan Novanto telah memprediksi sebelumnya akn adanya penetapan kembali sebagai tersangka. Ia menduga hal itu dilakukan oleh pihak KPK karena dendam setelah lebih dulupimpinan dan penyidik KPK dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran pengajuan cegah bepergian luar negeri Setya Novanto.

"Kami sudah tahu mereka akan melawan. Kami tahu banget mereka akan melawan. Jadi bagi saya silakan lawan , tapi saya yakin hukum ini panglima, itu aja," tukasnya.

Baca: Nyawanya Berakhir di Tangan Suami, Dokter Ramah Itu Telah Pergi Meninggalkan Kenangan Manis

Laporkan KPK
Melalui tim penasihat hukumnya melaporkan dua pimpinan dan penyidik KPK ke Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (11/10) malam.

Usai membuat laporan, ketua tim penasihat hukum Novanton, Fredrich Yunadi, menunjukan surat tanda bukti lapor di Bareskrim nomor TBL/825/XI/2017/Bareskrim dengan nomor laporan : LP/1192/XI/2017/Bareskrim tertanggal 10 November 2017.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help