Pimpinan KPK Dipolisikan

Kuasa Hukum Novanto Anggap KPK Telah Menghina Pengadilan

Fredrich meminta semua pihak termasuk KPK untuk memahami bahwa Indonesia merupakan negara hukum.

Kuasa Hukum Novanto Anggap KPK Telah Menghina Pengadilan
TRIBUNNEWS.COM/Theresia Felisiani
Frederich Yunadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi menilai oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkan diduga telah melakukan penghinaan terhadap lembaga peradilan.

Hal itu lantaran KPK tidak menghormati putusan praperadilan yang diputuskan oleh PN Jakarta Selatan.

Dalam putusan tersebut, disebutkan sangat jelas bahwa KPK harus menghentikan segala proses penyidikan terhadap Setya Novanto dan tidak dapat menetapkan status tersangka dengan objek perkara yang sama.

Baca: Curhat Novanto: Mengapa Saya Diperlakukan Seperti Ini, Saya Bukan Penjahat

Baca: Jadi Tersangka Lagi, Setya Novanto Lawan Balik KPK

"Bukan hanya abuse of power tapi contempt of court. Penghinaan terhadap pengadilan, bagaimana seorang penegak hukum dia tak taat hukum. Apakah dia masih layak disebut sebagai penegak hukum?" kata Fredrich Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

‎Adapun laporan kuasa hukum Novanto bernomor: LP/1192/XI/2017/Bareskrim. Adapun empat orang yang dilaporkan adalah Ketua KPK Agus Rahardjo, Direktur Penyidikan KPK Aris B‎udiman, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan penyidik KPK A Damanik.

Fredrich meminta semua pihak termasuk KPK untuk memahami bahwa Indonesia merupakan negara hukum.

Maka dari itu, putusan pengadilan hendaknya harus dihormati dan dipatuhi oleh semua pihak.

"Kita negara hukum atau kita negara kekuasaan? Kalau negara hukum mohonlah hukum dihormati," tegasnya.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help