Anggota Komisi I: Panglima TNI yang Baru Punya Peran Strategis untuk Kawal Pilkada dan Pemilu

Pasalnya, Panglima mendatang memiliki tantangan dalam menghadapi pesta demokrasi untuk menjaga suasana tetap kondusif.

Anggota Komisi I: Panglima TNI yang Baru Punya Peran Strategis untuk Kawal Pilkada dan Pemilu
Puspen TNI /Kolonel Laut (KH) Drs. Edys Riyanto M.Si.
Panglima TNI melakukan kunjungan kehormatan kepada Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand Jenderal Tharnchaiyan Srisuwan di Markas Besar Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand (RTARF), Bangkok, Thailand, Senin (6/11/2017). 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski jabatan Panglima TNI Gatot Nurmantyo masih berlangsung hingga Maret 2018, namun pergantian orang nomor satu di TNI sudah ramai diperbincangkan publik saat ini.

Pasalnya, Panglima mendatang memiliki tantangan dalam menghadapi pesta demokrasi untuk menjaga suasana tetap kondusif.

‎Anggota Komisi ‎I DPR RI, Arwani Thomafi menilai Panglima TNI yang akan datang memiliki peran strategis dengan sejumlah agenda politik tahun 2018 dengan pilkada Serentak dan Pemilu Serentak 2019.‎

Baca: Inilah Pertimbangan Majelis Hakim Penjarakan Miryam 5 Tahun

"Memastikan TNI tidak berpolitik praktis, imparsial dan teguh mengawal kedaulatan NKRI menjadi agenda penting di bawah komando Panglima TNI yang baru," kata Arwani melalui pesan singkatnya, Selasa (14/11/2017).‎

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menilai, agenda modernisasi kekuatan TNI serta persoalan kesejahteraan juga menjadi pekerjaan rumah yang senantiasa terus dikawal pimpinan TNI.

"Konstitusi memberikan mandat penuh kepada Presiden untuk mengusulkan pergantian Panglima TNI. Kapan dan dari angkatan mana, biarlah pembahasan hal itu tidak menjadi ruang yang akan mengurangi hak prerogatif Presiden," tuturnya.

Arwani meyakini bahwa TNI mempunyai tradisi pengkaderan yang snagat bagus dan teruji. Menurutnya, TNI juga mempunyai banyak stok kader yang selain profesional dan tangguh dan juga sangat siap untuk mengisi estafet kepemimpinan di TNI.

"Presiden tinggal milih saja. Domain kami nanti soal setuju atau tidak," tandasnya.‎

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help