Panglima TNI Pastikan Mantan KSAU akan Penuhi Panggilan Penyidik Polisi Militer

"Beliau ada kesibukan, kita tunggu saja, mungkin setelah selesai sibuk, dia akan memberikan keterangan sebagai saksi," ujar Panglima TNI.

Panglima TNI Pastikan Mantan KSAU akan Penuhi Panggilan Penyidik Polisi Militer
Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Penyidikan kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter AgustaWestland (AW) 101 masih terus berlanjut, menurut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kepada wartawan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017), Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa penyidik POM TNI yang bekerjasama dengan sejumlah pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sudah mengumpulkan berbagai bukti dan katerangan, dan temuan-temuan tersebut masih harus ditindaklanjuti.

Baca: Panglima TNI Minta Dilaporkan Jika Ada Anak Buahnya Yang Tidak Netral

"Dari informasi inilah kita kembangkan, maka kami POM mengadakan penyelidikan dan penyidikan, dan memanggil mantan KSAU untuk dimintai keterangan sebagai saksi," ujarnya.

Dua kali mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Maresekal (purn) TNI Agus Supriatna tidak memenuhi panggilan penyidik POM TNI sebagai saksi. Menurut Panglima TNI. Jenderal TNI. Gatot Nurmantyo, hal itu karena kesibukan sang purnawiran.

"Beliau ada kesibukan, kita tunggu saja, mungkin setelah selesai sibuk, dia akan memberikan keterangan sebagai saksi," ujar Panglima TNI.

Gatot Nurmantyo memastikan penanganan kasus dugaan korupsi itu tidak akan berhenti di tengah jalan. Pasalnya Presiden RI. Joko Widodo sudah memerintahkan dirinya, agar kasus tersebut terus ditangani hingga terungkap semuanya.

"Presiden menanyakan, Panglima kira-kira kerugian negara berapa, saya jawab Pak Presiden kira-kira kerugian negara seratus lima puluh miliar. Jawaban Presiden, menurut hitungan saya lebih dari dua ratus miliar, kejar terus ya Panglima," ujarnya menirukan pernyataan Presiden.

"Presiden mengatakan kejar terus ya Panglima, itu perintah, kalau presiden memerintahkan kepada Panglima TNI, kepala jadi kaki pun harus saya lakukan untuk berhasil," terangnya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help