Penyidik KPK Diteror

Ini Ciri-ciri Penyerang Novel Baswedan Berdasarkan Dua Sketsa Wajah yang Dirilis Polri

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis mengatakan kemiripan keduanya sudah 90 persen dari dua orang saksi yang berbeda.

Ini Ciri-ciri Penyerang Novel Baswedan Berdasarkan Dua Sketsa Wajah yang Dirilis Polri
(Kompas.com/Robertus Belarminus)
Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menampilkan sketsa pelaku yang diduga penyerang Novel Baswedan, Jumat (24/11/2017)(Kompas.com/Robertus Belarminus) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis dan juga Ketua KPK, Agus Rahardjo bersama merilis dua sketsa wajah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan 11 April 2017 lalu.

Dalam sketsa wajah yang pertama, ditunjukkan gambar seorang lelaki berusia sekitar 40 tahun dengan tinggi 170 cm dan bentuk muka bulat. Lelaki itu berperawakan kekar, kulit sawo matang agak gelap dan memiliki dagu yang berat.

Sementara pada sketsa kedua, ditunjukkan gambar seorang laki-laki, berusia sekitar 35 tahun dengan tinggi 173 cm, muka oval dan memiliki rambut panjang lurus se-leher. Dalam sketsa juga diterangkan, lelaki itu memiliki postur ramping atletis dan kulit sawo matang.

Baca: 11 Anjing yang Gerogoti Jenazah Penjaga Kos di Depok Bikin Resah Warga

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis mengatakan kemiripan keduanya sudah 90 persen dari dua orang saksi yang berbeda.

"Kemiripan sudah 90 persen. Kami buat sketsa ini dari dua orang saksi yang ada saat kejadian berlangsung," jelasnya di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11)

Menanggapi hal itu, pendamping Novel Baswedan, Harris Azhar yang juga mantan koordinator KontraS mengaku tidak apresiasi. Tujuh bulan kasus tersebut berjalan, pihak kepolisian, kata dia, baru bisa menunjukkan sketsa wajah.

"Pertanyaan saya cuma satu. Kapan selesainya? Ini sudah tujuh bulan," tegas dia saat dihubungi, Jakarta.

Harris menegaskan sketsa wajah yang diperlihatkan pihak kepolisian, hanya orang yang berada di lapangan. Sementara jenderal yang disebut ada di balik penyerangan itu tidak terungkap.

"Itu kan hanya aktor lapangan. Ada jenderal yang katanya terlibat. Itu juga harus diungkap," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved