Bareskrim Ungkap Peredaran Uang Seratus Ribuan Baru Palsu

Dalam pengungkapan ini, lima orang diringkus penyidik di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta

Bareskrim Ungkap Peredaran Uang Seratus Ribuan Baru Palsu
Warta Kota/Nur Ichsan
UANG PALSU - Seorang warga ibukota yang tidak mau disebutkan namanya memperlihatkan selembar uang palsu dengan nominal Seratus Ribu Rupiah, yang didapatnya dari customer, Rabu (11/6). Terkait merebaknya peredaran uang palsu, warga diharapkan berhati-hati agar tidak mengalami kerugian yang besar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri berhasil mengungkap upaya peredaran uang palsu pecahan seratus ribuan dengan emisi baru.

Dalam pengungkapan ini, lima orang diringkus penyidik di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam kurun waktu 3 sampai 4 Desember 2017.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, mengungkapkan bahwa para pelaku diringkus setelah bertransaksi dengan polisi yang menyamar.

Pengungkapan ini berawal dari informasi yang diperoleh dari seorang warga bahwa di daerah Karawang terjadi peredaran uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

"Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan menyamar sebagai calon pembeli dan berhasil menghubungi pelaku dan disepakati melakukan transaksi," ujar Agung di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Baca: Donald Trump Disebut Merusak Konsensus Para Pendahulunya

Pada Minggu (3/12/2017) sekitar pukul 23.37 wib di halaman RS Mandaya Karawang, tim berhasil menangkap AY selaku pengedar uang palsu berikut barang bukti berupa 500 lembar (5 lak) uang rupiah palsu pecahan Rp 100 ribu emisi 2016.

Penangkapan tersebut dilanjutkan dengan penggeledahan di rumah tempat tinggal AY, Desa Padaulun, Majalaya, Bandung.

Pada penggeledahan itu, penyidik menyita 1.000 lembar (10 lak) uang rupiah palsu pecahan Rp100 ribu.

Hasil interogasi terhadap AY, ia mengaku mendapatkan uang palsu dari CM dan TT melalui Sdr AS di Alfamart Tol Bekasi Barat dengan perbandingan 1 : 2,5.

Sedangkan AS mendapat uang palsu dari BH dengan perbandingan 1 : 3. Hari Senin tanggal 4 Desember 2017 sekira pukul 23.30 wib telah ditangkap TT di Jalan Sukarela, Cijantung, Jakarta Timur.

Kemudian polisi melakuka pengejaran terhadap CM yang ditangkap di halaman parkir RSUD Subang, Jawa Barat pada pukul 06.30 WIB, Senin, (4/12/2017). Dari tangan CM disita barang bukti 3 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

"Ini belum sempat beredar, mengungkap dari pembuat, pemodal dan pengedar," jelas Agung Setya.

Para pelaku pun dikenai Pasal 36 ayat (I) ayat (2) ayat (3) pasal 37 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang 10 55 KUHP, Ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help