Rekaman Detik-detik Jokowi Marah, Tegur Bawahan Karena Banyak yang Lakukan Ini

Tak seperti biasanya yang berbicara lembut, dalam video tersebut terlihat Presiden Jokowi menyampaikan sebuah pidato dengan nada sedikit meninggi.

Rekaman Detik-detik Jokowi Marah, Tegur Bawahan Karena Banyak yang Lakukan Ini
BIRO PERS/BIRO PERS
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahan ketika ditanya sejumlah wartawan terkait kasus dugaan pencatutan namanya dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam permintaan saham Freeport, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). Presiden Joko Widodo menegaskan tidak boleh ada pihak mana pun yang bisa mempermainkan kewibawaan lembaga negara karena hal ini menyangkut soal kepatutan, kepantasan dan moralitas. TRIBUNNEWS/BIRO PERS 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan pidato Presiden Joko Widodo baru-baru ini beredar media sosial.

Tak seperti biasanya yang berbicara lembut, dalam video tersebut terlihat Presiden Jokowi menyampaikan sebuah pidato dengan nada sedikit meninggi.

Dari keterangan, diketahui bahwa Presiden Jokowi saat itu menyampaikan sambutannya saat acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian DIPA APBN 2018 kepada semua kementerian/lembaga dan gubernur se Indonesia di Istana Bogor, pada Rabu (6/12/2017).

Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017). (KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado)

Adapun terlihat dalam video, kemarahan Jokowi saat itu dipicu penyusunan RKA yang tidak tepat sasaran.

"Yang terjadi adalah penyusunan RKA DKL maupun dinas biasanya malah fokus pada kegiatan pendukungnya. Bukan kegiatan intinya. Ini sudah saya lihat di kementerian," ucap Jokowi.

Yang lebih disesalkan, kata Jokowi, kejadian itu terjadi di hampir 90 persen daerah.

Ia mengambil cotoh ihwal pemulangan TKI.

Ia mengaku sudah melihat, anggarannya Rp 3 Miliar.
Namun dari biaya tersebut, biaya pemulangan justru hanya Rp 500 Juta.

Sedangkan yang Rp 2,5 miliar justru untuk rapat dalam kantor, rapat luar kantor, rapat koordinasi, perjalanan daerah, ATK dan lain-lain.

Halaman
12
Penulis: Wahid Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help