Upaya KBRI di Malaysia Kurangi Populasi TKI Bermasalah

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur mencari solusi dan memberikan pelatihan keahlian khusus yang dasar.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia mencari solusi dan memberikan pelatihan keahlian khusus yang dasar.

Upaya itu dilakukan karena banyak TKI bermasalah di Malaysia. Terutama tenaga kerja wanita (TKW). Bahkan KBRI setiap hari menampung 80 sampai 100 TKI yang bernasib demikian.

Permasalahan mereka kompleks. Ada yang sakit, belum terima gaji, tidak diperlakukan manusiawi, dan lain sebagainya.

Maka itu, setelah sukses menggelar program 'Saya Mau Sukses' tahap pertama, 11 September 2017, KBRI Kuala Lumpur kembali meluncurkan program serupa.

Kepala Perwakilan KBRI Kuala Lumpur Andreano Erwin mengatakan program tersebut diselenggarakan agar para TKI bermasalah tidak kembali lagi ke Malaysia

Mereka, lanjut dia, bisa menjadi wira usaha di Tanah Air setelah mendapatkan pelatihan keahlian dasar dan modal.

"Tidak perlu padat modal dan tentunya harus kita kawal. Nantinya akan lebih mudah bagi mereka untuk mandiri. Ini ide awalnya," lanjut Andreano.

KBRI Kuala Lumpur kemudian bekerja sama dengan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dan Cemara Ayu Sdn. Bhd untuk memberikan pelatihan.

ASEPHI memfasilitasi pendidikan keterampilan kerajinan tangan. Misalnya, menyulam, menjahit, membuat bungkus tempat tisu, kaus dan sebagainya.

Sementara, Cemara Ayu memberikan pelatihan pijat atau spa seperti Traditional Balinese Massage.

Andreano menilai program tersebut sifatnya kesukarelaan dari para TKI untuk mau berubah dan menjadi sukses. KBRI kemudian menawarkan program itu kepada sekitar 80 sampai 100 TKI yang ada di shelter TKI.

Bagi yang berminat, para TKI itu kemudian diseleksi berdasarkan minat dan bakatnya. Berdasarkan itulah, mereka dibagi dan diberikan pelatihan.

"Saat ini kami sudah menerima para tenaga kerja yang ditampung di KJRI Johor Baru dan nanti akan menyusul di KJRI Penang, KJRI Tawau, KJRI Kinabalu dan KJRI Kuching," terangnya.(*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help