Calon Panglima TNI

'Tangan Terbuka' Partai Politik untuk Gatot Nurmantyo

Gatot, saat melakukan kunjungan di Mako Kopassus, Cijantung, telah meminta kepada presiden untuk melakukan pelantikan lebih cepat.

'Tangan Terbuka' Partai Politik untuk Gatot Nurmantyo
Tribunnews.com/ Wahyu Aji
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat Paripurna DPR, Kamis (7/12) telah menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menggantikan posisi Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI.

Gatot, saat melakukan kunjungan di Mako Kopassus, Cijantung, telah meminta kepada presiden untuk melakukan pelantikan lebih cepat.

"Presiden jangan terlalu lama, sesegera mungkin," kata dia.

Dengan berakhirnya Gatot menjadi panglima TNI dan memasuki masa pensiun, maka dirinya akan kembali menjadi rakyat sipil dengan segala hak dan kewajibannya.

Baca: Jenderal Gatot Nurmantyo Ungkap Tantangan Panglima TNI Baru

Isu dan wacana Gatot maju di Pemilu 2019 begitu santer belakangan.

Beberapa lembaga survey menjelaskan bahwa Gatot memiliki satu sampai tiga persen suara dari responden.

Hal itu juga diamini oleh Ketua DPP Golkar, Meutya Hafid yang menjelaskan, Gatot mempunyai hak untuk memilih dan dipilih usai menjadi anggota TNI.

"Setelah menjadi sipil, dia berhak dipilih dan memilih. Kalau pas jadi TNI kan tidak bisa," jelasnya di komplek parlemen, Jakarta.

Meutya menjelaskan, partainya akan membuka lebar peluang apabila, Gatot ingin mengikuti jejak beberapa seniornya yang bergabung ke partai politik.

Halaman
12
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help