Disurvei Jadi Salah Satu Calon Ibu Kota RI, PPU Siapkan Lahan 1.200 Lahan

Tim kembali mendapat penjelasan dari Sekda PPU Tohar, termasuk menunjukkan peta lokasi.

Disurvei Jadi Salah Satu Calon Ibu Kota RI, PPU Siapkan Lahan 1.200 Lahan
Tribun Kaltim/Cornel Dimas
Ilustrasi: Lahan di Penajam Paser Utara 

TRIBUNNEWS.COM, PENAJAM - Wilayah Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) sepertinya bakal menjadi sorotan masyarakat Nasional.

Betapa tidak, daerah yang berada di kawasan pesisir Penajam ini termasuk yang disurvei Tim Korlantas Mabes Polri sebagai lokasi rencana pemindahan Ibukota Negara Republik Indonesia.

Belum lama ini, Tim Korlantas Mabes Polri melakukan tinjauan lapangan di Sotek untuk survei salah satu rencana lokasi Ibukota Negara Indonesia pengganti Jakarta. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU pun merespon wacana besar ini dengan menyediakan lahan seluas 1.200 hektare sebagai rencana lokasi ibukota negara.

Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian PPU, Budi Santoso kepada Rabu (13/12) menjelaskan, tiga daerah yang awalnya menjadi lokasi untuk disurvei tim dari Jakarta, yakni Kabupaten Kubar, Kukar, dan PPU. Namun setelah melakukan pemaparan di Polda Kaltim, tim Korlantas Mabes Polri tertarik meninjau lokasi yang disampaikan Pemkab PPU.

Setelah itu menurut Budi, tim kembali mendapat penjelasan dari Sekda PPU Tohar, termasuk menunjukkan peta lokasi. "Tim turun langsung ke Sotek meninjau langsung lahannya. Kami siapkan itu sekitar 1.200 ha dan itu lahan pemerintah," jelasnya.

Budi mengatakan, Tim Korlantas Mabes Polri menilai bahwa lokasi di Sotek cukup bagus karena akan mudah diakses. Selain dekat dengan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, juga bisa dihubungkan melalui jalan kilometer 38 Samboja, kemudian Jembatan Pulau Balang serta Jembatan Tol Teluk Balikpapan yang segera dibangun.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, setelah tim melakukan survei, mereka akan menyampaikan hasil survei ke i pusat. Ia berharap Kabupaten PPU bisa terpilih menjadi lokasi Ibukota Indonesia. "Kita berdoa agar PPU bisa terpilih, apalagi tim menilai positif lokasi yang kami tunjukkan saat turun ke lapangan pada, Selasa (12/12) kemarin," katanya.

Kajian dalam rangka rencana pemindahan Ibukota negara yang akan dilaksanakan pada 11 sampai 14 Desember di Polda Kaltim, serta 11 sampai 13 Desember di Polda Kalsel dan Polda Kalteng.

Dalam survei lapangan, tim Korlantas Mabes Polri didampingi tiga tim pakar, antara lain Ir Alan Marino, MSc dari laboratorium Transpotasi Universitas Indonesia, Prof Dr Ir Abimanyu Takdir Alamsyah, MS (Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Enginering Universitas Indonesia), dan Dr. Suryadi MT, MT (Kepala Sub Direktorat Kerja sama Pemerintah Pakar IT Universitas Indonesia).

Alan Marino saat dikonfirmasi menjelaskan, kedatangan mereka untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur dan penunjang lainnya bila dipilih sebagai ibukota negara. "Ide ini dulu berkembang di Palangkaraya (Kalteng) dan sampai sekarang lebih luas lagi, termasuk Kalsel dan Kaltim. Di Kaltim saja ada tiga lokasi, yaitu Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Penajam Paser Utara," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help