Kowani Memperingati Hari Ibu di Jakarta

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) memperingati Harui Ibu 2017 di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Kowani Memperingati Hari Ibu di Jakarta
Ist/Tribunnews.com
guwi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) memperingati Hari Ibu 2017 di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Ketua Umum Kowani Dr Giwo Rubiyanto Wiyogo dalam sambutannya mengatakan peringatan Hari Ibu selain seremonial haruslah mengedepankan dan mengutamakan makna hakiki sebagai wujud pengakuan dan penghargaan serta penghormatan tertinggi oleh negara, masyarakat dan seluruh stakeholder kepemerintahan atas peristiwa heroik yang telah dilaksanakan oleh para founduing mothers Kowani pada masa perjuangan.

"Mereka dengan begitu gigih berjuang tanpa pamrih dan tanpa meminta fasilitas, sarana prasarana serta imbalan apapun. Tetapi justru berbekal tekad, persatuan dan jiwa kejuangan yang penuh semangat pantang menyerah akhirnya mampu mempersembahkan alam kemerdekaan yang sekarang kita nikmati bersama," kata Giwo dalam sambutannya.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Meneteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak Yohanna Susana Yembise, dan para Ketua Umum Anggota organisasi Kowani yang mewakili.

Menurut Giwo, memperingati Hari Ibu bukanlah sekedar memberi sekuntum bunga pada hari Ibu, lalu memberikan istirahat sehari bagi Ibu-Ibu, kemudian 365 hari lainnya kembali menjadi super-women dan wonder women, bukan itu.

"Melainkan secara milai dan makna meletakkan peran dan fungsi Ibu pada tempat yang sangat utama dan sentral dalam Ketahanan Keluarga," ujar Giwo.

Serta, menuruy dia, ibu dijadikan panutan sebagai guru yang utama dan pertama.

"Serta menempatkannya sebagai orang yang sangat dihormati karena Ibu adalah peletak semua dasar dari keseluruhan Etika Moral, sejak dari kandungan, buaian, belaian, Paud hingga dewasa," ujar Giwo.

Karena itu, menurut dia, Kowani bersama seluruh Wanita Indonesia bertekad untuk mewarisi dan meneruskan semangat perjuangan itu wwalaupun bentuk perjuangannya berbeda dimensi namun tetap bertekad untuk mengisi kemerdekaan dalam kerangka mitra sejajar laki-laki.

'Sekaligus meneruskan mandat sebagai ibu bangsa yang wajib melahirkan generasi penerus bangsa yang militan, kreatif, inovatif, unggul, berdaya saing yang sehat jasmani dan rohani serta memiliki wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme yang kokoh dan kuat," ujarnya.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help