Ajukan Justice Collaborator, Mantan Pejabat Bakamla Ingin Ungkap Keterlibatan Ali Fahmi

Choirul mengatakan kliennya tidak akan menyasar atasannya yakni Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksamana Madya Arie Soedewo.

Ajukan Justice Collaborator, Mantan Pejabat Bakamla Ingin Ungkap Keterlibatan Ali Fahmi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan keluar dari gedung KPK Jakarta memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan, Jumat (11/8/2017). KPK resmi menahan Nofel Hasan di rumah tahanan KPK cabang Pomdam Jaya terkait kasus dugaan pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Terdakwa Mantan Kabiro Perencanaan dan Organisasi Badan Keamanan Laut RI Nofel Hasan mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus korupsi pengadaan drone dan monitoring satelite tahun anggaran 2016.

Kuasa Hukum Nofel, Choirul Huda mengatakan pengajuan kliennya sebagai justice collaborator untuk mengungkap peran Ali Fahmi atau Fahmi Habsiy.

Menurut Choirul, memiliki peran yang sangat besar pada kasus tersebut.

Baca: Anggota TGUPP Pencegahan Korupsi Bantah Jadi Tim Sukses Anies-Sandi di Pilkada DKI

"Ali Fahmi yang masih buron lebih berkomunikasi karena kalau pas penyidikan dia ada peran dan lebih banyak berkomunikasi," kata Choirul usai sidang pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Ali Fahmi sampai hari ini tidak pernah berhasil didatangkan ke persidangan. Jejaknya tidak diketahui dan tidak pernah bisa ditemukan walau telah dicari KPK.

Choirul mengatakan kliennya tidak akan menyasar atasannya yakni Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksamana Madya Arie Soedewo.

Baca: Warga Geger Penemuan Puluhan Telur Ular Berbisa di Bak Pasir Sekolah

Dalam surat dakwaan, Ali Fahmi alias Fahmi Habsiy adalah narasumber atau staf khusus Bidang Perencanaan dan Anggaran Arie Soedewo.

Pada Maret 2016, Ali Fahmi bertemu dengan pemilik perusahaan PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah.

Halaman
12
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help