Kaleidoskop 2017

Said Aqil Singgung Ahok Dalam Muhasabah NU 2017

"Dikira saya bela Ahok kali ya. Yang tidak saya dukung itu Jumatan di Monas, niatnya bukan salat."

Said Aqil Singgung Ahok Dalam Muhasabah NU 2017
Dennis Destryawan
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Kepala daerah DKI Jakarta Tahun 2017 menjadi sorotan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam muhasabah tahun 2017.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj, menyebut peristiwa tersebut sedikit banyaknya mengganggu persatuan Indonesia.

"Pergerakan Pilkada DKI 2017, masih menyisakan noktah hitam bahwa perebutan kekuasaan politik, dapat menghalalkan segala cara yang merusak demokrasi, dan menggerogoti pilar-pilar NKRI," ujar Said Aqil Siraj dalam pembacaan muhasabah 2017, di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2017).

Baca: Demokrat Sebut Syaharie Jaang Sempat Didesak Tunjuk Kapolda Kaltim Sebagai Calon Wakil Gubernurnya

PBNU menganggap Pilkada DKI Jakarta 2017, sarat isu SARA.

Namun, dalam kesempatan tersebut, Said Aqil Siraj tidak menyebutkan siapa pihak yang menggunakan isu tersebut dan siapa yang menghalalkan segala cara yang membuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terganggu.

Palaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017, sempat diwarnai aksi massa, mengecam pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat itu berstatus sebagai petahana.

Baca: PBNU Berharap Negara Islam yang Tergabung Dalam OKI Bisa Lebih Kompak

Setelah berkali-kali digelar aksi dengan jumlah massa yang tidak sedikit, Polisi akhirnya membuka kasus untuk Ahok terkait pernyataannya tentang surat Al Maidah ayat 51.

Halaman
12
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help