Korupsi KTP Elektronik

Fredrich Ditangkap, Istri Hingga Keponakan Berdatangan ke Kantor KPK Dini Hari

Empat anggota keluarga Fredrich Yunadi mendatangi kantor KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018) dini hari. Mereka berdatangan setelah Fre

Fredrich Ditangkap, Istri Hingga Keponakan Berdatangan ke Kantor KPK Dini Hari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengacara Fredrich Yunadi tiba di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) dini hari. Pengacara Fredrich Yunadi memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara KTP Elektronik yang menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Empat anggota keluarga Fredrich Yunadi mendatangi kantor KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018) dini hari. Mereka berdatangan setelah Fredrich selaku tersangka ditangkap penyidik KPK di RS Medistra Jaksel.

Keempat orang tersebut terdiri dari istri Fredrich, Linda Indriana Campbell, dua keponakan dan seorang pembantu rumah tangga.

Baca: Tenda Pengungsi Rohingya Terbakar, Seorang Wanita dan Tiga Anak Tewas

Mereka datang ke kantor komisi anti-rasuah pada pukul 02.10 WIB.

Mulanya, mereka hanya duduk di sofa lobi kantor KPK. Beberapa menit kemudian, kuasa hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa, turun dari lantai dua kantor KPK, tempat pemeriksaan. Sapriyanto menemui keluarga Fredrich itu.

Setelah berbincang beberapa menit di lobi, Linda Indriana Campbell menyerahkan berkas dan barang dalam kemasan kantong plastik kepada Sapriyanto.

Keluarga Fredrich itu hanya sekitar 40 menit di dalam kantor KPK. Lantas, mereka keluar meninggalkan kantor KPK.

Sebelumnya, Fredrich Yunadi selaku tersangka ditangkap oleh tim KPK di RS Medistra Jakarta karena dinilai tidak kooperatif. Sebelumnya, dia sebagai mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik KPK.

Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi atau merintangi penyidikan kasus e-KTP Setya Novanto.

Baca: Dipilih Luis Milla, Victor Igbonefo: Saya Senang Sekali Bisa Kembali Memperkuat Timnas Indonesia

Fredrich bersama dokter Bimanesh Surtarjo diduga "bersekongkol" memasukkan Setya Novanto ke RS Medika Permata Hijau Jakata pada 16 November 2017, dengan memanipulasi data medis dengan tujuan menghindari panggilan pemeriksaan KPK.

Saat kejadian itu, Fredrich Yunadi adalah kuasa hukum dari Setya Novanto. Sementara, Bimanesh Sutarjo merupakan dokter yang menangani Novanto di RS Medika Permata Hijau.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help