Korupsi KTP Elektronik

KPK Boleh Periksa Ajudan Setya Novanto Tetapi di Mabes Polri

Martuani mengungkapkan bahwa Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Reza.

KPK Boleh Periksa Ajudan Setya Novanto Tetapi di Mabes Polri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik Setya Novanto menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/1/2018). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi dari pegawai perusahaan penukaran mata uang asing (money charger) yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengizinkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggota polisi ajudan Setya Novanto, AKP Reza Pahlevi.

Meski memperbolehkan, namun Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Brigjen Pol Martuani Sormin, mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersebut harus dilakukan di Mabes Polri.

Martuani mengungkapkan bahwa Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Reza. Saat itu hasil kemudian disampaikan kepada KPK.

"Kan sudah diperiksa pertama. Masih dibutuhkan keterangannya, jadi koordinasikan ke penyidik KPK diperiksa kembali di Mabes Polri," ujar Martuani saat dihubungi, Selasa (16/1/2018).

Martuani mengungkapkan bahwa hal tersebut berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara Polri dan KPK.

Dalam MoU tersebut KPK hanya bisa melakukan pemeriksaan anggota Polri di kantor kepolisian.

"Kan kita kesepakatan MoU dengan KPK begini. Ada MoU kalau pemeriksaan anggota Polri di Propam," kata Martuani.

‎Seperti diketahui seharusnya Reza Pahlevi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fredrich Yunadi (FY) dan Dokter ‎Bimanesh Sutarjo (BST) di kasus dugaan menghalangi penyidikan e-KTP pada Setya Novanto oleh KPK pada Senin, (15/1/2018), kemarin.

Kedua tersangka di kasus ini, Fredrich telah ditahan pada Sabtu (13/1/2018) di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Sementara Bimanesh ditahan pada Jumat (12/1/2018) di Rutan Guntur, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, dua tersangka Fredrich dan Bimanesh diduga memanipulasi data medis Setya Novanto agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK.

Halaman
12
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved