Korupsi KTP Elektronik

Ketika Jubir KPK 'Sentil' Fahri Hamzah soal Korupsi e-KTP dalam Mata Najwa

Febri Diansyah menegaskan, dalam proses kasus E-KTP, KPK tidak hanya mendasarkan keterangan satu orang tertentu saja.

Ketika Jubir KPK 'Sentil' Fahri Hamzah soal Korupsi e-KTP dalam Mata Najwa
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah 

TRIBUNNEWS.COM - Juru bicara KPK Febri Diansyah menegaskan, dalam proses kasus E-KTP, KPK tidak hanya mendasarkan keterangan satu orang tertentu saja.

Orang tertentu yang dimaksud adalah mantan anggota DPR Muhammad Nazaruddin.

Pernyataan itu sekaligus membantah pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang berulang-ulang kali menuding KPK hanya mendasarkan proses E-KTP pada keterangan Nazaruddin semata.

"Ada satu prinsip, yang perlu di-clear-kan, tidak mungkin penegak hukum menangani sebuah perkara berdasarkan hanya satu keterangan orang tertentu," kata Febri dalam acara Mata Najwa yang tayang di Trans 7, Rabu (31/1/2018).

"Dan agaknya keliru disampaikan berulang kali oleh Pak Fahri, seolah-olah semua kasus dalam E-KTP didasarkan pada keterangan Nazaruddin. Kami pastikan itu keliru," ujar Febri yang duduk berseberangan dengan Fahri Hamzah.

Febri mengatakan, ketika penyidikan tersangka SN, KPK telah memeriksa 99 saksi, termasuk di antaranya Nazarudin.

"Dia (Nazar) menjelaskan apa yang dia lihat. Tapi, apakah KPK langsung percaya pada Nazar? Tidak," kata Febri.

Menurut Febri, KPK tidak dapat bersandar pada keterangan satu orang.

Begitu juga ketika Nazaruddin dalam pernyataannya di publik berulang kali mengatakan nama Setya Novanto.

"Apakah kita percaya begitu saja, SN terlibat dengan perkara korupsi E-KTP pada waktu itu? Tidak bisa kita langsung pecaya," tutur Febri.

"Karena itu, kita uji, kita cek, sampai kita yakin bahwa kita menemukan, SN berperan sejak awal dalam konstruski kasus ini termasuk dugaan penerimaan 7,3 juta US Dollar," tambah Febri.

Rekaman selengkapnya dapat disaksikan mulai dari menit 4:05

TRIBUNNEWS/Efrem Limsan Siregar

Editor: Rendy Sadikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved